
Teropong Indonesia News
Pewarta ; Agus
Bondowoso. Di saat masyarakat berharap perhatian pemerintah terhadap infrastruktur jalan, warga Desa Tlogosari justru harus turun tangan sendiri memperbaiki jalan kabupaten yang rusak parah. Dengan dana patungan dan alat seadanya, pengecoran dilakukan hingga larut malam demi keselamatan pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Puluhan warga bersama para Pemuda tampak bergotong royong menutup lubang jalan menggunakan cor semen pada sejumlah titik yang selama ini membahayakan pengendara. Pengerjaan dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat pada siang hari.

Di bawah penerangan lampu seadanya, warga terlihat sibuk mengaduk semen, mengangkut batu, hingga meratakan cor di badan jalan. Meski dilakukan dengan keterbatasan alat dan biaya, semangat kebersamaan masyarakat tetap tinggi demi memperbaiki akses jalan yang menjadi urat nadi aktivitas warga.
Kerusakan jalan kabupaten tersebut disebut sudah berlangsung cukup lama dan sering dikeluhkan masyarakat. Selain dipenuhi lubang, kondisi jalan juga rawan menyebabkan kecelakaan, terutama saat hujan turun karena lubang tertutup genangan air.
Tidak hanya warga sekitar, sejumlah pengguna jalan yang melintas juga ikut berhenti dan berpartisipasi membantu kegiatan swadaya tersebut. Ada yang memberikan bantuan uang sukarela, membeli semen, hingga membantu proses pengecoran bersama warga.
Salah satu warga mengatakan, aksi gotong royong itu lahir dari rasa keprihatinan masyarakat terhadap kondisi jalan yang dinilai belum mendapat penanganan serius.
“Daripada terus menunggu tanpa kepastian, warga akhirnya sepakat bergerak bersama. Yang penting jalan ini bisa lebih aman dilalui masyarakat,” ujarnya.
Menurut warga, jalan tersebut merupakan akses penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat, jalur pengangkutan hasil pertanian, akses pendidikan, hingga mobilitas warga sehari-hari. Namun hingga kini, masyarakat merasa belum ada perhatian nyata terhadap kerusakan jalan tersebut.
Tokoh masyarakat setempat berharap Pemerintah Kabupaten Bondowoso segera turun tangan melakukan perbaikan permanen agar masyarakat tidak terus menerus melakukan tambal darurat secara swadaya.
“Kami berharap pemerintah hadir dan melihat langsung kondisi di lapangan. Karena ini jalan kabupaten yang digunakan masyarakat setiap hari,” ungkapnya.
Aksi gotong royong warga Tlogosari tersebut mendapat apresiasi dari banyak pihak. Kekompakan masyarakat dinilai menjadi bukti bahwa budaya gotong royong dan kepedulian sosial masih kuat terjaga di tengah masyarakat pedesaan.
Meski hanya berupa perbaikan sementara, warga berharap pengecoran swadaya itu dapat mengurangi risiko kecelakaan dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan sambil menunggu adanya perbaikan permanen dari pemerintah daerah.








