
Teropongindonesianews.com
Bengkulu Utara – Desa Lubuk Gedang,Kecamatan Lais menjadi sorotan publik setelah proyek pembangunan Sinitasi WC tahun 2025 diduga adanya penggelembungan anggaran, Proyek yang bersumber dari anggaran dana (DAK) tahun 2025 ini menelan dana yang cukup besar satu unit WC diduga mencapai Rp 25.000.000, untuk 25 yunit sinitasi WC yang di kelola oleh ketua kelompok.
Menurut sumber, Salah satu warga desa lubuk gedang yang berada di lokasi yang mendapatkan bangunan WC saat dimintai keterangan oleh awak media, pada hari Senin, 25 mei 2026, di kediamannya, mengatakan bahwa ia hanya menerima satu yunit wc. Dua Yudit Sinitasi WC tidak berapa anggaran nya per satu yunit. “Saya hanya terima WC untuk Anggaran nya berapa per unit nya saya tidak memahami kalau tidak salah ini bantuan dari pemerintah Kabupaten, saya hanya menerima bangunan WC, pekerjaan tersebut membuat masyarakat desa banyak kecewa tidak ada bak Air, pas pemakaian WC tersumbat, air tidak lancar, pintu kerangka piber tipis dan sudah rusak, tidak bisa di pakai lagi” , jelasnya warga
Tidak berhenti sampai disitu, Lebih lanjut Tim awak media Mencoba Konfirmasi kepada kadun 1 sebagai ketua Kelompok pembangunan Sinitasi WC bertepatan di Desa lubuk gedang. juga sebagai pelaksana terkait kegiatan proyek pembangunan WC bantuan dari (DAK) Kabupaten bengkulu utara melalui Dinas PUPR, baik secara langsung melalui via WhatsApp tujuan untuk konfirmasi terkait kegiatan proyek pembangunan WC, diduga tidak terlihat papan informasi proyek di lokasi pembangunan tersebut,dan juga untuk anggaran yang terserap per yunit nya, terlihat kondisi fisik bangunan WC tersebut sangat memperihatinkan, dengan kondisi bangunan WC di duga asal jadi.
Lalu Awak media mencoba menghubungi kembali ketua kelompok kadun 1 sebagai tim pelaksana kegiatan proyek pembangunan Sinitasi WC dari bantuan pemerintah tersebut, melalui Via WhatsApp untuk konfirmasi berapa anggaran untuk per unit nya dan anggaran yang di terima oleh ketua kelompok di luar dari pengadaan barang seperti sapti tenk, Viva Pralon, rangka baja dan piber Kosen pintu tidak sesuai standar pembangunan WC sanitasi, Demi perimbangan dalam pemberitaan, namun upaya konfirmasi yang disampaikan tidak mendapatkan respon apalagi menjawab dan klarifikasinya.

Demi Untuk memastikan proyek pembangunan Sinitasi WC bantuan dari kabupaten bengkulu utara anggaran dana ( DAK ) melalui DPUPR Kabupaten Bengkulu Utara, Awak media mencoba menelusuri mencoba untuk konfirmasi melalui Via WhatsApp, terkait proyek bantuan WC tersebut juga anggaran dan transparansi terhadap proyek pemerintah, di desa lubuk gedang terkait pengadaan barang seperti tangki Viber Septic tank, Pralon dan barang lain-lain berapa anggaran yang terserap, dan anggaran yang di alokasikan dari pengadaan barang tersebut berapa, berdasarkan konfirmasi yang disampaikan, namun lebih ironis Ketua sama sekali tidak merespon konfirmasi yang disampaikan.
Tim awak media telah mencoba mengonfirmasi lagi kepada ketua kelompok diduga memilih bungkam “katanya tanya aja langsung dengan PUPR perkim kata ketua kelompok pelaksana sinitasi WC, tidak memberikan keterangan yang jelas terkait proyek bantuan pemerintah pembangunan Sinitasi WC untuk masyarakat, diduga kuat terendus adanya indikasi permainan penyimpangan anggaran didalam pelaksanaan pembangunan tersebut terlihat diduga dikerjakan Asal Jadi terindikasi Mark Up/Korupsi, anggaran demi mendapatkan keuntungan pribadi.
Dengan adanya dugaan temuan diduga Mark Up/Korupsi anggaran proyek dalam pelaksanaan pembangunan Sinitasi WC tersebut, maka proyek tersebut diduga adanya indikasi korupsi dalam penggunaan anggaran.
Red





