
Teropong Indonesia News
Gresik – LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) KSM Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik menerima aduan dari warga Dusun Bangkalan, Desa Sawahmulya terkait kondisi tiang milik PT Telkom Indonesia yang dinilai sangat membahayakan keselamatan masyarakat.

Tiang tersebut diketahui berada di pinggir jalan raya Dusun Bangkalan dalam kondisi bergoyang dan nyaris roboh. Bagian bawah tiang terlihat hampir putus dan condong ke arah badan jalan, sementara kabel yang menjuntai semakin menambah potensi bahaya bagi pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara.
Menurut keterangan warga, kondisi ini sudah dilaporkan kepada pihak Telkom. Namun hingga saat ini tidak ada respon maupun tindakan perbaikan dari pihak terkait.
Merasa khawatir akan keselamatan, salah satu warga kemudian mengadukan permasalahan ini kepada Ketua LSM GMBI KSM Sangkapura, Junaidi. Menindaklanjuti laporan tersebut, Junaidi langsung mendatangi kantor Telkom untuk melakukan klarifikasi.

Saat di lokasi, Junaidi hanya bertemu dengan petugas keamanan bernama Andi Prayoga, yang menyampaikan bahwa laporan tersebut akan diteruskan kepada bagian teknisi. Namun hingga beberapa minggu berlalu, tidak ada tindak lanjut dari pihak Telkom.
Tidak berhenti di situ, Junaidi kembali mendatangi kantor Telkom. Namun pihak terkait beralasan bahwa tidak ada bahan tiangnya. Junaidi juga mencoba menghubungi teknisi Telkom, yaitu saudara Iqbal dan saudara Iwan melalui telepon WhatsApp, namun tidak mendapat respon.
Atas hal tersebut, LSM GMBI KSM Sangkapura melalui Junaidi mengecam keras sikap pihak PT Telkom Indonesia yang dinilai lalai dan tidak responsif terhadap laporan masyarakat.
“Ini sangat berbahaya. Jangan sampai menunggu ada korban baru dilakukan perbaikan. Kami mendesak pihak Telkom segera bertindak sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” tegas Junaidi.
LSM GMBI KSM Sangkapura berharap pihak terkait segera turun tangan dan melakukan perbaikan demi keselamatan masyarakat pengguna jalan di wilayah tersebut.
JUN-Red







