
Teropong Indonesia News
Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kesehatan menggelar Pertemuan Advokasi dan Koordinasi Lintas Sektoral Persiapan Bulan Imunisasi Anak Sekolah BIAS 2026 di Graha Sawunggaling, Jumat 26/6/2026. MUI Kota Surabaya dilibatkan sebagai narasumber untuk memperkuat edukasi dan menjawab keraguan masyarakat.
Kegiatan diikuti sekitar 350 peserta dari unsur pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, Ormas, dan organisasi keagamaan. Tujuannya menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi agar cakupan imunisasi meningkat, khususnya di wilayah risiko tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya dr. Billy Daniel Messakh, Sp.B., FINACS., FICS., menyampaikan laporan pelaksanaan sebelum acara dibuka resmi oleh Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani, S.Farm., Apt.
Sorotan utama adalah pemaparan Ketua MUI Kota Surabaya sekaligus Wakil Ketua FKUB Kota Surabaya Drs. K.H. Muhaimin Ali. Materi yang disampaikan mengacu Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi.
“Masyarakat tidak perlu lagi ragu terhadap imunisasi karena imunisasi adalah upaya menciptakan kekebalan tubuh serta melindungi kesehatan anak dari penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan seumur hidup atau kematian,” tegas KH Muhaimin Ali.
Ia menjelaskan, hoaks terkait kehalalan vaksin dan kekhawatiran efek samping masih menjadi tantangan. Keterlibatan tokoh agama diharapkan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Menjaga kesehatan anak melalui imunisasi merupakan ikhtiar melindungi jiwa yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Karena itu, masyarakat diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Diskusi panel juga diisi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi Jatim drg. Sulvi Dwi Anggraeni, M.Kes., yang memaparkan strategi optimalisasi imunisasi sekolah. Implementasi SKB Empat Menteri dibahas bersama Dinas Pendidikan dan Kemenag Kota Surabaya.
Sekretaris IDAI Cabang Jatim Dr. dr. Dwiyanti Puspitasari, Sp.A(K)., melengkapi dengan materi keamanan dan efektivitas vaksin. Ia menegaskan imunisasi adalah upaya pencegahan yang aman dan efektif terhadap penyakit menular.
Melalui kolaborasi pemerintah, nakes, tokoh agama, dan pemangku kepentingan, Pemkot Surabaya optimistis BIAS 2026 berjalan optimal. Keberhasilan program ini diharapkan meningkatkan kekebalan kelompok dan melindungi anak Surabaya dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Red






