
Teropong Indonesia News
PRABUMULIH – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 resmi bergulir serentak di seluruh Indonesia. Berbeda dengan masa lalu, penyelenggaraan tahun ini mengusung semangat baru yang lebih manusiawi, aman, dan menyenangkan.


Di SMA Negeri 7 Prabumulih, kegiatan berlangsung meriah namun tetap tertib pada 13 hingga 17 Juli 2026, diikuti secara antusias oleh 360 peserta didik baru. Mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sekolah menerapkan konsep “MPLS Ramah” yang bebas dari segala bentuk perpeloncoan.

Lebih dari sekadar kegiatan pengenalan, momen ini juga menjadi titik tolak pencanangan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (RANA) di lingkungan sekolah—sesuai anjuran pemerintah pusat. Gerakan ini menjamin hari-hari awal siswa berjalan edukatif, inklusif, bebas ancaman, serta penuh rasa kekeluargaan.

Kepala SMA Negeri 7 Prabumulih, Leonardi Jaye Putra, M.Pd. menegaskan komitmen pihaknya menciptakan lingkungan yang sehat dan bermartabat.
“MPLS Ramah bukan sekadar seremonial pembuka tahun ajaran. Ini adalah fondasi mutlak untuk membangun ekosistem sekolah yang aman, menghormati hak-hak anak, dan jauh dari praktik senioritas kasar maupun pungutan liar,” tegas beliau dengan tegas.
Dengan dukungan aturan yang jelas dan gerakan perlindungan anak yang kuat, diharapkan seluruh siswa baru dapat beradaptasi dengan cepat, merasa tenang, dan siap fokus mengembangkan potensi diri di lingkungan yang mendukung pertumbuhan positif. Irwanto – Wapemred







