JALAN RUSAK TOTAL SULITKAN HIDUP RAKYAT!
Teropong Indonesia News
LUWU UTARA– Sebuah surat terbuka yang menyayat hati dikirimkan langsung oleh warga Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, kepada Presiden RI Prabowo Subianto beserta Wakil Presiden dan jajaran Kabinet Merah Putih. Isinya bukan sekadar keluhan, melainkan bukti nyata ketimpangan pembangunan yang membiarkan ribuan warga terisolir dan menderita akibat infrastruktur yang hancur lebur bertahun-tahun.
Dikirimkan pada 11 Juli 2026, surat yang ditandatangani Harianto Patasik dan Joni Pasulle, S.Pd., mewakili seluruh warga setempat, mengungkapkan kekecewaan mendalam sekaligus harapan besar kepada pemimpin negara. Seko adalah wilayah yang kaya potensi alam, namun terkunci rapat oleh jalanan yang penuh lubang, berlumpur, dan sering putus total saat musim hujan.
“Bapak Presiden, kami bukan sekadar meminta belas kasihan. Kami adalah saudara sebangsa yang haknya untuk hidup layak dan maju seolah diabaikan. Harga kebutuhan pokok melambung gila-gilaan: gas LPG 3 kilogram bisa tembus Rp150.000 hingga Rp250.000 per tabung! Biaya logistik berkali lipat lebih mahal dibanding harga barangnya sendiri,” tegas warga dalam surat tersebut.

Warga mengingatkan kembali amanat konstitusi Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945: “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.” Ironisnya, kekayaan alam Seko justru belum bisa dinikmati warganya sendiri, karena akses jalan yang rusak parah membuat mereka sulit bergerak, berdagang, bahkan sekadar mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang layak.

Dampak yang dirasakan sangat menyakitkan:
– Anak-anak kehilangan kesempatan emas untuk berkembang, terpaksa menempuh perjalanan berbahaya demi sekolah.
[ Fasilitas pendidikan dan kesehatan tidak bisa berkembang karena terputusnya jalur distribusi,
Petani tidak bisa menjual hasil panennya dengan harga wajar, sehingga ekonomi warga mati suri.

Melalui surat ini, warga memohon agar Pemerintah Pusat turun langsung, memprioritaskan perbaikan jalan utama Seko, dan mewujudkan pembangunan yang benar-benar merata tanpa memandang jarak dan wilayah.
“Kami yakin Bapak Presiden hadir untuk seluruh rakyat Indonesia, tak terkecuali kami yang berada di pelosok Sulawesi. Jangan biarkan Seko terus menjadi daerah terlupakan di tengah kemajuan bangsa. Mari buktikan bahwa persatuan ini nyata, bahwa keadilan pembangunan milik kita semua,” bunyi harapan warga yang menyentuh hati.

Surat tersebut juga disampaikan kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Bupati Luwu Utara, DPRD, serta tokoh masyarakat dan elemen terkait lainnya, agar bersama-sama mengawal aspirasi ini menjadi kenyataan.
Tim Teropong Indonesia News akan terus mengawal perjuangan warga Seko ini sampai ada tindakan nyata dari pemerintah.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera dan salam kebangsaan.
Doa dan harapan tulus kami haturkan dari balik ketebalan lumpur dan sunyinya pedalaman. Semoga Bapak/Ibu pimpinan Khususnya yang berada di Sulawesi Selatan, beserta seluruh staf senantiasa diberikan kelimpahan berkah, kearifan, serta perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa dalam mengemban amanah besar memimpin bangsa ini.
Kami bersurat hari ini bukan untuk menuntut perkara yang berlebihan, melainkan membawa jeritan sunyi, keringat, dan air mata saudara-saudara kita di jantung pulau Sulawesi—tepatnya di Wilayah Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
Perkenalkan, kami bawah ini:
Harianto Patasik
NIK: 3671070601750008 | TTL: Palopo, 06-01-1975
Alamat: Jl. Imam Bonjol Tel 1 No. 37, RT 03/RW 04, Kel. Sukajadi, Kec. Karawaci, Tangerang
No. HP: 0813-8829-8404 | Email: harpaoke@yahoo.com
(Anak dari Almarhum Azer Patasik, mantan guru yang mengabdikan hidupnya di Poyahaang, Desa Tanamakalleang, Kec. Seko)
Joni Pasulle, S.P.
NIK: 7322071206730001 | TTL: Pokappaang, 12-06-1973
Alamat: Dusun Eno Timur, Desa Padang Balua, Kec. Seko, Kab. Luwu Utara, Sulawesi Selatan
No. HP: 0853-4296-0311
Bapak dan Ibu yang kami hormati,
Indonesia telah merdeka puluhan tahun, namun bagi masyarakat di pedalaman Seko, arti kemerdekaan itu terasa begitu jauh dan remang. Bumi, air, dan kekayaan alam yang membentang indah di Tanah Seko seharusnya menjadi penopang kesejahteraan anggotanya, sebagaimana amanat konstitusi Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945: “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”
Namun yang dialami warga Seko hari ini adalah isolasi yang membelenggu. Akses jalan utama yang rusak parah melumpuhkan urat nadi perekonomian, membuat harga kebutuhan pokok melambung tinggi, membatasi anak-anak menuju sekolah, dan tak jarang merenggut nyawa warga yang terlambat mendapatkan pertolongan medis hanya karena kendaraan tak mampu menembus medan.
Ke mana lagi masyarakat Seko harus mengadu jika bukan kepada Negara?
Melalui surat ini, kami memohon dengan sangat ketukan nurani dan perhatian langsung dari Pemerintah Pusat untuk:
Prioritas Percepatan Pembangunan Infrastruktur Jalan Utama menuju dan di dalam pedalaman Kecamatan Seko, agar rantai keterisolasian yang membelenggu warga bertahun-tahun dapat terputus.
Pemerataan Akses & Fasilitas Pendidikan serta Kesehatan, agar anak-anak di Seko memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk menatap masa depan seperti anak-anak Indonesia lainnya.
Mari kita hadirkan kembali marwah Sila Ke-5 Pancasila: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia agar tidak sekadar menjadi hafalan di ruang rapat, tetapi menjadi nafas nyata yang dirasakan hingga ke pelosok Seko. Jangan biarkan saudara-saudara kita di sana merasa terlupakan di tanah airnya sendiri.
Terima kasih yang mendalam atas waktu, perhatian, dan langkah nyata yang akan Bapak/Ibu ambil. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, mengaruniai Bapak/Ibu keteguhan hati dan keberanian moral untuk menegakkan keadilan pembangunan bagi Tanah Seko.
Hormat kami,
Atas nama masyarakat dan keluarga besar pedalaman Seko,
Harianto Patasik & Joni Pasulle, S.P.

