Teropongindonesianews.com
BENGKULU UTARA — Pelaksanaan Turnamen Sepak Bola Tepian Ratu Cup di Desa Lubuk Tanjung, Kecamatan Air Napal, Kabupaten Bengkulu Utara, yang digelar untuk memeriahkan HUT RI ke-81, diwarnai kericuhan. Insiden perselisihan antar pemain saat laga antara tim tuan rumah Desa Lubuk Tanjung melawan tim Desa Pondok Kelapa tersebut berujung pada keputusan tim Pondok Kelapa untuk mengundurkan diri dari turnamen.
Kericuhan ini memicu rasa kecewa dari para peserta dan masyarakat desa tetangga yang turut berpartisipasi. Salah seorang tokoh pemuda setempat yang enggan disebutkan namanya menyayangkan insiden tersebut.
“Kami sengaja mendaftarkan klub untuk menyemarakkan peringatan HUT RI ke-81 bersama-sama. Sangat disayangkan kericuhan ini justru dipicu oleh pemain dari Lubuk Tanjung sendiri,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Camat Air Napal membenarkan adanya keributan dalam laga yang berlangsung pada Kamis lalu. Berdasarkan koordinasi dengan pihak kepolisian, ia memastikan situasi telah terkendali tanpa adanya korban jiwa.
“Saya sudah mengonfirmasi kejadian ini kepada Kapolsek Air Besi. Keributan memang sempat terjadi, namun dipastikan tidak ada korban dalam insiden tersebut,” jelas Camat Air Napal.
Kericuhan ini menjadi catatan evaluasi bagi panitia pelaksana agar lebih ketat dalam menjaga sportivitas dan keamanan di setiap pertandingan, demi menjaga esensi perayaan kemerdekaan yang aman dan kondusif.
Tarmizi

