(Kenangan 40 Tahun Yayasan Bina Daya St. Vinsensius / YASBIDA, 24 / 09 / 2026)
(Edisi Kedua)
Oleh Dionisius Ngeta, S. Fil
Koordinator Panti Santa Dymphna
Teropong Indonesia News
Pendiri, Pelindung, Visi – Misi dan Legalitas Yayasan
Dalam Akta Perubahan Anggaran Dasar (AD) Yayasan Bina Daya St. Vinsensius, Nomor 44 tahun 2002 menjelaskan bahwa Sr. Arnoldine, CIJ di hadapan Clemens Nggotu, SH (Notaris) bertindak untuk dan atas nama Kongregasi CIJ (Surat Kuasa Wakil Pimpinan Umum CIJ).
Di antaranya Sr. Arnoldine, CIJ menerangkan bahwa pada tanggal 24 / 09 / 1986 telah didirikan Yayasan Bina Daya St. Vinsensius dengan Akta Nomor 331 tanggal 24 / 09 / 1986. Para pendiri Yayasan Bina Daya St. Vinsensius adalah Suster Alexa Parera, CIJ dan Suster Benedikta Beding, CIJ. Selanjutnya telah terdaftar di Kepanitreraan Pengadilan Negeri Maumere tertanggal 25 / 10 / 2026, Nomor 04 (empat).

Pada pasal satu (1) dalam AD tersebut menegaskan bahwa Yayasan ini bernama Yayasan Bina Daya St. Vinsensius, berkedudukan di Ende, Kabupaten Ende, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Yayasan ini didirikan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan lamanya dan secara legal mulai berjalan sejak tanggal 24 / 09 / 1986.
Sesuai dengan Akta Perubahan Nomor 07 tanggal 22 Desember tahun 2020, para Pembina YASBIDA adalah Sr. Benedikta Yosefina Kebingin, CIJ, Sr. Emilia Jepo Hera, CIJ, Sr. Clarina, CIJ, Sr. Maria Roberta Ukat, CIJ dan Sr. Bule Maria Laetisia, CIJ. Keputusan pengangkatan dan penetapan Pembina, Pengurus dan Pengawas Yayasan dilakukan dalam Rapat Pembina Yayasan. Sementara para pengurus yayasan periode 2025-2030 adalah Sr. Getrudis Jaina, CIJ (Ketua), Sr. Innosensi, CIJ (Sekretaris) dan Meo Sofia / Sr. Lucia, CIJ (Bendahara).
YASBIDA memilih St. Vinsensius menjadi pelindung. Karena itu biasa disebut Yayasan Bina Daya St. Vinsensius (YASBIDA). Spiritualitas hidup St. Vinsensius a Paulo dipandang cocok dengan visi dan misi CIJ maupun YASBIDA. Spiritualitas St. Vinsensius berpusat pada Kristus (Kristosentris) dan diwujudkan secara nyata melalui pelayanan penuh kasih kepada kaum miskin dan menderita.
St. Vinsensius melihat Kristus dalam diri orang miskin sebagaimana juga yang dihayati CIJ dan YASBIDA. Orang miskin dan menderita adalah wajah Kristus sendiri. Karena itu orang kecil (orang miskin dan menderita) selalu ada pada CIJ sebagaimana pesan pendirinya dan selalu menjadi opsi/pilihan sasaran pelayanan YASBIDA. Melayani mereka dengan kasih dan keringat sama artinya melayani Tuhan.
Spiritualitas bukan sekadar doa atau renungan, melainkan belarasa aktif dan nyata untuk mengangkat martabat kaum papa-miskin yang terpinggirkan. Keutamaan seperti kerendahan hati, kesederhanaan, matiraga, ketaatan dan kelemah-lembutan sungguh dihidupi dalam seluruh karya pelayanan sebagaimana yang dihayati oleh St. Vinsensius.
Keberadaan YASBIDA bukan tanpa panduan, arah dan tujuan yang dicita-citakan ke depan. CIJ memastikan bahwa YASBIDA memiliki cita-cita dan idealisme bagi masyarakat pada umumnya dan kelompok/masyarakat dampingan khususnya. Pertanyaan: “Mau jadi atau seperti apa YASBIDA ke depan dan seperti apa idealisme/cita-cita untuk masyarakat dampingan” terjawab dalam pernyataan, gambaran atau cita-cita dan dinyatakan secara gamblang dalam visinya. Visi YASBIDA adalah semua anggota sasaran/dampingan YASBIDA memiliki dan menikmati hak-haknya secara integrative, baik rohani maupun jasmani.
Inilah idealisme, cita-cita yang ingin diperjuangkan CIJ melalui Lembaga Sosialnya: Yayasan Bina Daya St. Vinsensius (YASBIDA) bersama stake holders lainnya. CIJ sadar bahwa membangun jejaringan dan kerja sama multi pihak dan multi sektor untuk sebuah pemberdayaan adalah sebuah keniscayaan. CIJ tidak dapat bekerja sendiri melainkan selalu bergandengan tangan dengan lembaga lainnya/bermitra (swasta – pemerintah) untuk secara bersama-sama membangun Kerajaan Allah dan memberdayakan masyarakat.
Karena itu CIJ memastikan bagaimana cara YASBIDA boleh meraih impian atau cita-cita itu (Visi). Tetapi CIJ sadar bahwa YASBIDA bukan satu-satunya lembaga yang bisa menyelesaikan semua problematika masyarakat. Demikian juga cara-cara atau stretegi yang dicanangkan bukan juga satu-satunya jalan. Masih ada banyak orang dan lembaga lainnya serta masih banyak cara yang dapat dilakukan.
YASBIDA St. Vinsensius mengusung misi pemberdayaan. Misinya adalah memberdayakan seluruh anggota dampingan/sasaran agar mandiri dalam berpikir dan berusaha melalui pendayagunaan segenap potensi yang ada secara efektif-efisien demi terwujudnya kesejahteraan yang paling berarti dan berkelanjutan. Strategi dan langkah-langkah operasional dilakukan dengan berbagai kegiatan pendampingan terhadap kelompok sasaran di setiap unit pelayanan (Panti Santa Dymphna, Panti Naungan Kasih, Panti Lansia Leven) sehingga cita-cita (Visi) YASBIDA bisa tercapai.
Sebagai sebuah lembaga formal, YASBIDA memiliki badan hukum yang sah, kelengkapan administratif dan operasional yang jelas. Antara lain: Pertama, Legalitas dan badan hukum. YASBIDA memiliki dokumen resmi dari notaris yang memuat tentang Anggaran Dasar (AD) dan Angaran Rumah Tangga (ART) dengan Akta Keputusan Rapat Pembina Nomor 07 Tanggal 22 Desember 2020.
Kedua, YASBIDA mendapatkan pengesahan hukum. Ia memiliki SK Kemenkumham Nomor AHU-01307.AH.02.01. TAHUN 2015 – Tanggal 16 Desember 2015 dan terdaftar di Departemen Sosial. Kelengkapan administratif di atas merupakan pemenuhan terhadap tuntutan pemerintah berdasarkan UU No. 16 Tahun 2001.
Ketiga, YASBIDA memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Nomor Induk Berusaha (NIB) / Ijin Operasional. Pendaftaran atas nama Lembaga. Selain hal-hal di atas, YASBIDA memiliki aturan dan struktur organisasi. Ada struktur kepengurusan yang jelas seperti ketua, sekretaris, bendahara dan anggota. Ia juga memiliki aturan main dan norma/nilai-nilai yang diperjuangkan, termasuk juga memiliki sarana dan prasarana yang memadai.
Azaz/Dasar, Maksud dan Tujuan Yayasan
Dalam terang iman Katolik, YASBIDA St. Vinsensius berazazkan Pancasila yang rumusannya terdapat pada Pembukaan UUD 1945. Yayasan ini dijiwai dan bernafaskan ajaran dan moral Katolik. Karena itu ada nilai-nilai yang ditegakan dan diperjuangkan dalam pencapaian dan pengembangan visi dan misinya di masing-masing unit pelayanan.
Berdasarkan akta perubahan anggaran dasar Yayasan Bina Daya St. Vinsensius tanggal 29 Juli tahun 2002 nomor 04, ada pun maksud dan tujuan Yayasan ini, antara lain:
1. Mengembangkan pelayanan dengan sentuhan kasih agar kasih Allah hidup di tengah manusia.
2. Berperan secara aktif dalam mewujudkan citaa-cita Proklamsi Kemerdekaan RI yaitu menciptakan masyarakat adil, Makmur Sejahtera lahir dan batin.
3. Membangun manusia, yaitu manusia yang sehat, takwa, cerdas, trampil, aktif dan kreatif serta berdedikasi dengan penuh pengabdian, memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dan mampu membela hak hidup dan martabat manusia.
4. Meningkatkan mutu sumber daya manusia demi menunjang Pembangunan di bidang Pendidikan, sosial, ekonomi, pariwisata dan keagamaan.
5. Meningkatkan pendapatan serta taraf hidup masyarakat berdasarkan azaz kemandirian dan keswadayaan.
6. Menggali dan meningkatkan sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya kebudayaan melalui penelitian, pengkajian, diskusi dan lokakarya demi Pembangunan manusia.
Sasaran dan Nilai-nilai yang diperjuangkan
Sebagai sebuah Kongregasi Religius, CIJ selalu konsisten dengan pesan pendirinya, Mgr. Henrikus Leven, SVD yakni Orang Kecil Selalu Ada Padamu. Karena itu sasaran atau masyarakat dampingan yang dipilih oleh YASBIDA adalah orang-orang kecil, Penyandang Masalah Sosial (PMS) seperti orang miskin perkotaan dan desa, difabel/disabilitas, anak-anak kurang gizi, anak-anak sekolah yang kesulitan keuangan sebagai akibat keluarga miskin, yatim piatu terlantar yang terancam drop out dan remaja putus sekolah.
Dalam kaitan dengan nilai-nilai yang diperjuangkan, CIJ dan YASBIDA memiliki keyakinan batin, pedoman perilaku dan landasan moral dalam perjuangannya meraih mimpi (Visi) dan dalam langkah-langkah operasional agar misi bisa terlaksana. Seperti keimanan yang berakar dari keteguhan hati untuk terus percaya hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan penyelenggaraan-Nya.
Prinsip-prinsip sebagai pedoman dalam berperilaku selalu diperjuangkan dan dilaksanakan dalam kerja-kerja pemberdayaan kelompok atau masyarakat dampingan. Prinsip-prinsip itu menuntun manusia untuk bersikap jujur, adil, terbuka, transparan, demokratis, solider dan memiliki integritas moral. Nilai-nilai tersebut di atas menjadi standar baik dan buruk yang diyakni dan menjadi pedoman dalam perjuangan meraih mimpi (Visi) dan dalam kerja-kerja operasional menggapai misi.
Bagi CIJ dan YASBIDA nilai-nilai tersebut di atas harus dikembangkan, dilaksanakan, dihayati dan diperjuangkan oleh lembaga dalam seluruh aktivitas kelembagaan. Semua unit pelayanan di bawah YASBIDA dan seluruh karyawannya sedapat mungkin menghayati dan melaksanakannya dalam tugas-tugas pelayanan dan kerja-kerja pemberdayaan (Bersambung).

