(Kenangan 40 Tahun Yayasan Bina Daya St. Vinsensius /YASBIDA, 24 / 09 / 2026)
(Edisi Ketiga/terakhir)
Oleh Dionisius Ngeta, S. Fil
Koordinator Panti Santa Dymphna Maumere
Kantor dan Mitra YASBIDA St. Vinsensius
Teropong Indonesia News
Maumere – Setelah resmi sebagai sebuah lembaga formal, 24 September 1986, Yayasan Bina Daya St. Vinsensius (YASBIDA) masih berkantor di Maumere Flores NTT yaitu di Jalan Litbang Wairklau Napunglangir. Berbagai kegiatan kemitraan dan pemberdayaan dilakukan dari tempat ini.

Sejak adanya Akta Perubahan Anggaran Dasar (AD) Yayasan, No. 44 tanggal 29 Juli 2002 terjadi perubahan tempat kedudukan (pasal 1). Bahwa Yayasan Bina Daya St. Vinsensius berkedudukan di Ende, Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan alamat Jl. Woloare A, RT/RW 015/004 Kelurahan Onekore Kecamatan Ende Selatan.
Kemitraan/jejaringan merupakan strategi kerja sama YASBIDA dalam memberdayakan kelompok sasaran atau masyarakat pada umumnya. YASBIDA sadar akan keterbatasannya. Kerja barengan/kemitraan adalah keniscayaan. YASBIDA membangun kemitraan dengan pemerintah maupun swasta, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, baik secara individu maupun kelompok untuk program-program pemberdayaan dan peningkatan sarana prasarana yang dibutuhkan.
Kemitraan dengan pemerintah, dinas/instansi terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendaftaran Penduduk/Dukcapil merupakan keniscayaan. Hal ini dilakukan untuk pembinaan, pengawasan serta proses legalitas dan perizinan operasional bidang kegiatan yayasan. Selain itu juga agar bantuan-bantuan sosial, baik bersifat tanggap darurat maupun untuk pengembangan ekonomi produktif bisa diakses dan didukung oleh pemerintah/dinas instansi terkait.
Jaringan kerja sama / kemitraan yang pernah dilakukan dengan lembaga swasta antara lain: Pertama, Christian Children’s Fund (CCF) atau sekarang dikenal dengan Child Fund. CCF adalah salah satu NGO (organisasi nirlaba) internasional untuk program Pendidikan (penyantunan), Kesehatan dan bantuan sarana prasarana. Kelompok sasarannya anak-anak sekolah yatim piatu dan keluarga tidak mampu di dua kecamatan bagian timur Maumere yakni di Kecamatan Talibura dan Waigete Kabupaten Sikka. Program kemitraan ini berlangsung sejak tahun 1996 – 2006.
Kedua, Catholic Relief Services (CRS). Program kemitraan adalah di bidang Kesehatan dan dukungan pembangunan sarana prasarana kesehatan. Kegiatan utama adalah peningkatan ilmu pengetahuan dan ketrampilan petugas kesehatan (Nakes, Kader Kesehatan, masyarakat), selain dukungan dana untuk pembangunan sarana prasarana kesehatan seperti pembangunan WC, jaringan perpipaan (air bersih) dan pembangunan bak penampung air hujan. Sasarannya adalah masyarakat pedesaan dengan kriteria permasalahan kesehatan paling tinggi (berdasarkan hasil survei awal) di Kecamatan Waigete. Program kemitraan ini berlangsung selama enam (6) tahun yakni tahun 2003 – 2009.
YASBIDA terus mengembangkan kemitraannya/jejaringan. Selain CCF dan CRS, program kemitraan dan kerja sama juga dilakukan dengan Caritas Jerman melalui Caritas Keuskupan Maumere. Sejak tahun 2007 – 2009, YASBIDA menjaring kerja sama dengan Caritas untuk program pemberdayaan (pelatihan) bagi pekerja sosial panti dan bantuan obat-obatan bagi penyandang disabilitas mental di Panti Santa Dymphna.
Selain itu ada juga kerja sama dalam rangka peningkatan dan pembangunan sarana prasarana di Yayasan atau di unit-unit pelayanan. Di antaranya dengan Misereor untuk pembangunan pagar tembok pengamanan di salah satu unit pelayanan YASBIDA yakni Panti Santa Dymphna Maumere. Program ini terlaksana di tahun 2005 – 2006. Penggalangan kerja sama juga dilakukan dengan lembaga Swiss Und Kinderhilfe, sebuah Lembaga Lepra di Swiss untuk Pembangunan Asrama Panti Santa Dymphna, ruang doa/makan, aula, kantor dan beberapa sarana/fasilitas lainnya. Pembangunan/kerja sama ini berlangsung selama 3 tahun dari tahun 2009 – 2011, dengan kontraktor P. Tadeus Gruca, SVD.
Selain NGO internasional, Yasbida terutama unit-unit pelayanannya juga menjalin kerja dan menggalang dukungan dengan NGO nasional bahkan dengan individu dan kelompok-kelompok masyarakat, gereja dan keuskupan. YASBIDA dan Unit-unit pelayanannya sadar bahwa kerja-kerja pemberdayaan tidak bisa dilakukan sendirian. Membangun jejaringan dan kemitraan antar lembaga dan multi sektoral adalah keniscayaan.
Unit-unit pelayanan YASBIDA St. Vinsensius.
Dalam perjalanan waktu, YASBIDA membangun beberapa unit pelayanan sosial (panti). Unit-unit pelayanan tersebut didirikan dengan maksud agar makin luas dan makin banyak sasaran pelayanannya sehingga Visi – Misi YASBIDA dan Kongregaasi (CIJ) bisa direalisasi. Unit-unit pelayanan itu antara lain:
Pertama, Panti Naungan Kasih. Panti ini beralamat di Jl. Eltari Ende Flores NTT. Panti Naungan Kasih memilih menangani dan memberdayakan anak-anak sebagai Penyandang Masalah Sosial (PMS). Mereka adalah anak-anak yatim piatu, anak-anak orang dengan gangguan jiwa, anak-anak dari keluarga tidak mampu dan anak-anak terlantar. Mereka diberdayakan dari aspek Pendidikan (disekolahkan), perhatian terhadap kesehatan (gizi dan nutrisi) dan aspek spiritual/kerohanian (doa dan misa). Beberapa suster CIJ ditugaskan dan mengabdi di Panti Naungan Kasih untuk anak penyandang masalah-masalah tersebut di atas.
Kedua, Panti Santa Dymphna. Panti ini beralamat di Jl. Litbang Wairklau Maumere Flores NTT. Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) merupakan sasaran dampingan Panti Santa Dymphna. Berbagai kegiatan pemberdayaan dan pendampingan dilakukan oleh tenaga perawat dan tenaga psikologi panti setiap hari.
Pendampingan spiritual (doa, novena, dan penyuluhan) oleh tenaga psikolog/perawat dan perayaan misa oleh para imam dari Ordo Karmel Wairklau Maumere setiap hari. Kegiatan pendampingan psikologi oleh tenaga psikologi panti dan pendampingan fisik-medis oleh tenaga perawat panti dilakukan dengan sistim shift dan homecare setiap hari sesuai jadwal.
Gizi dan nutrisi klien juga juga diperhatikan oleh Lembaga/panti. Klien ODGJ makan 3 kali sehari, selalu dengan lauk dan selalu ada snack siang setelah kegiatan psikologi. Para pasien yang tidak bisa mandiri dalam beberapa hal seperti makan, mandi, gosok gisi, BAB/BAK didampingi. Semua pasien bebas pasung dan stigma. Mereka hidup dalam komunitas/asrama (olah raga, rekreasi, dimandikan, makan bahkan disuap) secara bersama-sama (pendekatan sosial). Setiap hari selalu dihibur dengan alunan musik yang sesuai untuk menenangkan dan menggembirakan batin/jiwa mereka (pendekatan kinestetis).
Ketiga, Panti Lansia Leven. Panti Lansia Leven beralamat di Jl. Litbang Wairklau Napunglangir, RT/RW 003/009 Kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok Kabupaten Sikka Maumere Flores NTT. Panti ini adalah salah satu unit pelayanan YASBIDA/CIJ dengan sasaran yang dikhususkan yakni para suster lansia dari Kongregasi Pengikut Yesus (CIJ). Para suster CIJ lansia dari Provinsi CIJ Flores Timur dengan kriteria usia dan kondisi kesehatan tertentu tinggal di komunitas ini. Mereka mendapatkan bimbingan dan pelayanan dari para suster Yunior dan Pimpinan komunitas yang ditugaskan oleh Pimpinan Umum CIJ.
Credo CIJ / Yayasan & Unit-unit pelayanannya
Anggota CIJ bersama seluruh Pimpinan Kongregasi dan semua pimpinan lembaga yang didirikan, unit-unit pelayanan beserta semua staf dan karyawan/ti selalu menaruh harapan dan kepercayaan pada belas kasih Allah dalam hidup dan tugas perutusan demi keselamatan dunia. Belas kasih Allah tak akan pernah terbatas, apa dan bagaimana pun situasinya. Entah suka maupun duka, entah untung maupun malang, entah terang maupun gelap dan entah hidup maupun mati. Itu adalah Credo (keyakinan) CIJ!
Karena itu semua dinamika dan perkembangan yang terjadi baik sebelumnya maupun ke depan dalam Kongregasi, lembaga-lembaga yang didirikan CIJ (Sosial, Pendidikan, Kesehatan), komunitas-komunitas CIJ dan unit-unit pelayanan di bawah yayasan diyakini sebagai penyelenggaraan dan belas kasih Allah. Setiap dinamika, permasalahan dan tantangan yang dihadapi selalu ada jalan bagi mereka yang selalu percaya pada belas kasih-Nya.
“Semuanya dinamika yang terjadi dalam CIJ, termasuk didirikannya YASBIDA St. Vinsensius adalah penyelenggaraan Allah. Allah-lah yang memungkinkan semuanya itu terjadi dan berjalan sebagaimana mestinya untuk orang-orang kecil dalam diri para Penyandang Masalah Sosial (PMS) agar mereka boleh memiliki dan menikmati hak-haknya. Allah pasti selalu memiliki cara untuk membantu CIJ dan semua lembaga yang didirikan dalam mengahadapi tantangan dan permasalahan”, demikian keyakinan Sr. Lucia, CIJ, Pimpinan Panti Santa Dymphna dalam sambutannya pada acara Apel Pembukaan dan Pengguntingan Pita mengawali perayaan 40 tahun YASBIDA St. Vinsensius Maumere, 24 Agustus 2026.

