
Teropongindonesianews.com
Sumsel-Kendati sudah ditemui secara langsung Staf Humas Polytehnik Negeri Sriwijaya, Edi Aswan ketika ingin dikonfirmasi terkait proses pemilihan Direktur Polsri Periode 2024-2028 yang berlangsung pagi Jum’at (23/8/2024) di ruang Polsri Jalan Srijayanegara Bukit Besar Palembang, enggan memberikan penjelasan.
Terkesan ada yang perlu diatur dalam menyampaikan informasi pada media.
“Mohon untuk konfirmasi masih menunggu ketua senat dan ketua panitia pemilihan Karena yang akan menyampaikan informasi menyangkut hasil pemilihan direktur Polsri itu, langsung disampaikan mereka langsung,” kata Edi Aswan Jum’at, 23/8/2024 di ruang kerjanya.
Juga, kata Edi Aswan, mereka akan melakukan jumpa pers setelah usai Sholat Jum’at nanti.
Ditanya alasan tidak mau memberikan konfirmasi hasil Pildir Polsri tersebut, Edi Aswan tetap mengatakan, akan diadakan jumpa pers dengan para awak media yang ada di group mereka.

Sementara, posisi tugas pokoknya di Polsri sebagai pimpinan Humas, seseorang secara fleksibel dapat mengakomodir setiap layanan yntuk masyarakat. Apakah setiap wartawan dalam mendapatkan informasi dari sumber harus menunggu jumpa pers ? Sementara pada Jum’at (23/8/2024) pagi, kedatangan awak media Teropong Indonesia
news,com (ketika Pildir Polsri baru usai digelar), apa yang ingin dikonfirmasikan lain dari apa yang akan di jumpa pers kan dengan wartawan oleh humas.
Seharusnya seorang Edi Aswan yang katanya pernah mengikuti program pelatihan jurnalistik di Kompas group dan di group media besar lainnya, paham dengan tugas seorang humas. Jangan terkesan menutup diri seolah menutupi apa yang terjadi sebenarnya pada proses pemilihan Direktur Polsri yang sempat tertunda hingga 3 kali terjadi penjaringan bakal calon kandidat.
Hasil penyaringan awal yang mana pada Oktober 2023 Pansel mengirimkan 4 nama calon untuk diteteapkan untuk dipilih oleh kemeneterian. Namun karena adanya dugaan 3 calon yang diajukan itu melakukan plagiat jurnal paper, sehingga kementrian menolak para calon yang diusulkan. Bahkan kementerian melakukan pemeriksaan terhadap Pansel dan calon yang melakukan plagiat paper. Yang selanjutnya kementerian pada Januari 2024 menunjuk Dr. Benny Bandanajaya, ST sebagai Pelaksana tugas Direktur Polsri hingga terpilihnya Direktur definitiv.
Ironinya hingga berakhirnya jabatan Plt Direktur Polsri, hingga 2 kali perpanjangan jabatan, namun proses seleksi Dirpolsri masih belum usai.
Kemudian pada proses pengusulan 3 nama yang kembali dikirimkan oleh Pansel ke kementerian pada Juni 2024 lalu, kembali Pansel gagal menjalankan tugasnya, lantaran dari para calon yang diusulkan itu ada calon yang tidak memenuhi syarat, atas nama Dr. Evada Dewata, SE, M.Si.
Menurut Ketua Pansel, Zainuddin Mochtar, ST,.MT kepada wartawan, karena ada yang tidak memenuhi syarat tersebut, sehingga nama para calon yang diusulkan kembali ditolak kementerian. “Iya, menyangkut rekam jejak peserta, istilahnya tidak memenuhi persyaratan, sehingga diganti, iya dilakukan penyaringan ulang. Sudah ! Kemaren, Alhammdulillah kemarin sudah dilakukan penyaringan, sudah keluar nama nama yang disaring”, kata Zainuddin kepada wartawan pekan belakangan, tanpa merinci tanggal kapan dilakukan penyaringan, hanya mengatakan kemarin.
Memang agak menjadi pertanyaan ada apa dikembalikannya nama para kandidat calon yang diusukan ke kementerian itu. Sempat berkembang isu dikembalikannya nama para calon yang diajukan itu memang diinginkan agar nama yang akan menjadi pesaing calon yang ingin dipilih dapat tersingkir dan diganti nama lain sekedar untuk pelengkap syarat pengajuan calon yang diusulkan ke kementerian. Bahkan informasi yang didapat, rekomendasi penolakkan calon yang diusulkan itu ditandatangani oleh Dirjen Dikti yang sudah pensiun per 5 Agustus lalu. Walaupun dugaan itu dibantah oleh Ketua Pansel Dirpolsri yang mengatakan itu informasi salah. ” Itu tidak benar,” kata Zainuddin kepada wartawan.
Sehingga Pansel selanjutnya melakukan penyaringan ulang secara cepat, sehingga masuk nama Ibrahim, ST, MT menggantika Evada Dewata.
Baru kemudian pada Jum’at, tanggal 23 Agustus 2024 bertempat di lantai 2 Gedung KPA Polsri Bukit Besar Palembang pada pagi dilaksanakan rapat tertutup Pansel dan seorang mewakili dari kementerian guna memilih Direktur baru Polsri.
Yang menurut Edi Aswan masing masing kandidat memperoleh suara cukup signifikan, masing masing, Ir. Irawan Rusnadi, MT dengan nomor urut 1 kepesertaan yang dipamer dalam baliho memperoleh 43 suara, sedang nomor urut 2 yang didampingingkan dengan pemenang, yakni DR. Heri Setiawan, SE, M.AB memperoleh 2 suara sedang Ibrahim, ST. MT. memperoleh 1 suara, sebagai suara pelengkap penggembira.
IR/SUMSEL.





