
Teropongindonesianews.com
Nangaroro – Nagekeo, Anak adalah anugerah Tuhan yang semestinya dijaga, dilindungi, dipenuhi segala hak dan kewajibannya, serta memastikan aman dan tidak mendapat perlakuan buruk dari orang sekitarnya.
Tentu hal ini sangat penting mengingat sekarang ada undang – undang perlindungan anak Nomor 35 tahun 2014 yang mengatur tentang perlindungan anak terlantar, kewajiban orang tua dalam melindungi anak, hak – hak anak, perlindungan anak dari kekerasan dan diskriminasi, sanksi bagi pelaku kekerasan terhadap anak.
Demikian dengan kunjugan Tim Yayasan PLAN International Indonesia ke SMP Negeri 3 Nangaroro (12/02/2025), bertempat di Ruang Laboratorium. Dalam kesempatan tersebut hadir aktor laga Yohanes Taslim atau yang dikenal dengan Joe Taslim, bersama istrinya Julie, Executive Directur Yayasan PLAN International Indonesia, Dini Widyastuti, Manager Program Implementation Area (PIA) Nagekeo, Zuniatmi, Videografer dan Fotografer PLAN, Tokoh Masyarakat, Ketua Komite sekolah, Severinus We,e, dan pengawas sekolah, Oswaldus Meo.
Dalam sambutan Kepala Sekolah, Silverius Ma Keo, menegaskan bahwa kehadiran rombongan ini, selain untuk mengunjungi anak dan memastikan anak nyaman, kehadiran Joe dan Julie, membawa suasana yang membahagiakan, selain sebagai artis, kehadiran mereka bersama Yayasan PLAN, diharapkan dapat meningkatkan hubungan kemitraan dengan lembaga pendidikan.
“Harapan kami, jangan biarkan kami berjalan sendiri. Tetap menjadi mitra terbaik kami, menghantar anak – anak yang penuh dengan segala keterbatasan ke arah yang lebih baik. Perlu diketahui bersama bahwa anak – anak kami ini, ada yang berdomisili begitu jauh, 5 sampai 6 km dari rumah menuju sekolah, dengan berjalan kaki, mereka begitu antusias ke sekolah , Dirumahnya juga listrik bahkan ada yang belum menikmati, memang luar biasa pengorbanan mereka. Selain itu, lembaga juga bekerja sama dengan beberapa desa sekitar, ” Ujarnya.
Sementara itu Ketua Komite yang berkesempatan juga menyampaikan sambutannya, mengatakan bahwa siswa – siswi yang sekolah di lembaga ini adalah mereka yang berasal dari beberapa desa, yang sangat aktif dalam forum anak desa atau Forades.
Dia berharap agar melalui forum anak, segala talenta yang dimiliki setiap anak dapat dikembangkan secara baik, apalagi dalam kegiatan tersebut ada begitu banyak sosialisasi yang berkaitan dengan perkembangan mereka, mengasah ketrampilan mereka, jadi sangat bagus untuk mengembangkan skill yang mereka miliki supaya lebih terasah.
Selain itu, Executive Directur Yayasan PLAN International Indonesia, Dini Widyastuti, menyampaikan ungkapan perasaan bahagianya melihat anak – anak yang penuh dengan keceriaan, sehat, dengan lingkungan sekolah yang rapi dan bersih.
“Saya mengapresiasi pihak sekolah yang telah menyambut kami dengan caranya masing- masing menerima kedatangan kami dengan hati yang happy, lingkungan sekolah yang bersih, dan anak – anak pada ceria. Kedatangan kami adalah untuk memastikan anak – anak aman serta mendapat perlakuan layak atau tidak. Tapi hari ini kami melihat sangat happy. Disamping itu, kami juga ingin memastikan penerapan safeguarding (upaya perlindungan dan keselamatan) anak terjamin.

Dia juga menambahkan bahwa pihaknya senang jika sekolah telah menerapkan sistem demokratis, memberikan kebebasan kepada siswa untuk bersuara, menyampaikan ide – idenya, akan tetapi tetap dengan mengedepankan etika.” Katanya sembari tersenyum.
Masih dalam kesempatan yang sama, Putri, siswi kelas IX, menyampaikan usulan agar sekolah lebih meningkatkan sanitasi sekolah. Toilet siswa harus diperbaiki lagi, penyediaan air bersih harus selalu tersedia mengingat para siswi kalau menstruasi agak kewalahan juga dengan ketersediaan air yang sangat terbatas dan terkadang tidak mengalir berhari – hari.
Menanggapi hal tersebut, Dini menyampaikan agar hal tersebut akan ditinjau untuk dicarikan solusi. Karena mengingat sudah ada jaringan perpipaan PDAM, tinggal diusahakan agar bak penampung direvitalisasi kembali agar semua warga sekolah menikmati air bersih.
Selain itu, Ildis yang merupakan salah seorang anak sponsor yang sempat membacakan goresan tangannya saat itu mengungkapkan jika dia sangat ingin menjadi orang sukses walau dengan segala keterbatasan, karena hanya ibunya yang menjadi tulang punggung keluarga, sedangkan ayahnya sedang menderita lumpuh. Dia merupakan salah satu anak sponsor PLAN, yang juga aktif dalam kegiatan forum anak, dan berprestasi di kelasnya. Menanggapi hal tersebut, Joe yang juga merupakan sponsornya mengapresiasi tekad Ildis, dan memotivasi agar terus belajar, dan tidak boleh menyerah pada keadaan.
Joe Taslim, yang merupakan salah satu aktor film laga terkenal, mengungkapkan rasa bahagianya berada bersama anak – anak.“Saya sangat suka dengan alam disini yang sangat natural, kerja samanya tinggi dan anak- anak memiliki semangat yang luar biasa. Dia menegaskan bahwa jangan sampai keterbatasan menghentikan langkah mereka untuk belajar dan berprestasi. Selain itu dia mengharapkan agar setiap anak memiliki rasa empati, dan juga harus pintar, karena pintar itu penting.
“Dulu waktu saya masih kecil, itu masih pakai listrik tetangga untuk belajar. Hidup juga masih sangat sulit. Tetapi karena selalu tekun, akhirnya bisa menjadi sukses seperti sekarang.” Ungkapnya dengan bangga.
Masih dalam momen yang sangat spesial tersebut, tim PLAN juga menyempatkan memperagakan NO, GO, TELL, yang kali ini langsung diperagakan oleh aktor Joe Taslim, anak begitu antusias saat take video. Ini merupakan salah satu langkah penting, saat anak mendapat perlakuan buruk atau mendapat kekerasan agar bisa segera ditangani. Kegiatan yang berlangsung diikuti oleh semua siswa SMP Negeri 3 Nangaroro.
Setelah take video, kegiatan selanjutnya launching program Green School Area yang ditandai dengan penanaman anakan pohon tanjung oleh Joe dan Dini.
Harapannya dengan program ini, para siswa bisa nyaman belajar, selain didalam kelas, bisa juga diluar kelas.
Pada akhir kegiatan, rombongan ini disuguhkan hidangan lokal. Suasana yang begitu akrab membuat semuanya jadi sangat mengesankan.
Kunjungan ini merupakan kunjungan yang sangat spesial karena selain melihat langsung keadaan anak – anak sponsor, telah memastikan bahwa penerapan safeguarding terealisasi dengan baik.
Melalui kegiatan ini, sekolah tetap berkomitmen untuk terus bermitra dengan NGO, bergandeng tangan bersama, mewujudkan pendidikan yang lebih berkualitas, dan membentuk karakter anak lebih baik lagi.
Yuli Gagari







