
TeropongIndonesiaNews.com
Ngada, Bajawa – Dari laporan sebelumnya diketahui bahwa ada 15 orang guru SMK Sanjaya Bajawa yang terancam dipecat karena mengikuti tes CPNS. Setelah melalui dialog dan mediasi, ke-15 guru tersebut telah meminta maaf ke pihak yayasan karena pelanggaran etis dan mispersepsi terhadap isi SK Yayasan.
Permintaan maaf tersebut telah disampaikan secara lisan dan telah dilayangkan juga secara terbuka melalui media pada, Selasa (11/2/2025), sehingga menurut pemberitaan mereka batal diberhentikan.
Namun demikian, dalam beberapa hari terakhir, setelah semuanya nampak tenang dan proses pembelajaran di sekolah tersebut mulai berjalan normal, dilaporkan ke media ini bahwa yang sesungguhnya bukan 15 orang guru tetapi hanya 12 orang guru.
Sergius Waso Nono mengatakan, “Pada saat wawancara dengan media, saya dan beberapa teman terbawa perasaan, sehingga yang dilaporkan ada 15 orang guru. Tetapi yang sebenarnya ada 12 orang guru, sedangkan 3 orangnya lagi adalah tenaga kependidikan (Pegawai Tata Usaha) yang juga telah mengikuti tes CPNS 2024”.
Lanjutnya, “Untuk informasi yang simpang siur ini kami memohon maaf untuk semuanya, teristimewa kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan karena pemberitaan tersebut”.
Setelah dikonfirmasi kepada ketiga orang tenaga kependidikan (Pegawai Tata Usaha) dimaksud, mereka membenarkan hal tersebut, sekaligus meminta maaf ke pihak yayasan dan sekolah atas apa yang telah mereka buat sebelumnya.
“Kami bertiga memohon maaf ke pihak yayasan karena pelanggaran etis ini, juga karena tidak segera mengklarifikasi bahwa kami bukan tenaga pendidik tetapi tenaga kependidikan. Jadi yang benar, ada 12 orang guru dan kami bertiga sehingga totalnya ada 15 orang”, Ungkap Ibu Marsyn.
“Sekali lagi mohon maaf untuk semuanya, teristimewa kepada pihak yayasan dan sekolah atas kesalahan dan kekeliruan pemberitaan di media masa yang tidak segera kami klarifikasi selama ini”, Tuturnya. (Redaksi).








