
SETELAH APEL PEMBUKAAN PERINGATI PESTA PELINDUNG PANTI DAN PULANGKAN SEORANG ODGJ SEBELUMNYA APEL PEMBUKAAN PESTA SANTA DYMPHNA
MAUMERE – Selasa, 15 April 2025 Komunitas ODGJ Panti Santa Dymphna Wairklau Maumere membuka seluruh rangkaian kegiatan perlombaan dalam rangka memperingati Pesta Pelindung Panti dengan Apel Pembukaan. Tampak 130 ODGJ berbaris rapih dibawah dampingan para komandan regu yang adalah para perawat. Para ODGJ dibagi dalam empat kelompok yakni Kelompok Santa Dymphna, Kelompok Santo Vinsensius, Kelompok Bapak Hendrikus Leven dan Kelompok Bapak Engelbertus.

Apel dipimpin oleh Pemimpin Upacara: Bonfista Anselmia, D3 Kep. yang biasa dipanggil ibu Keke. Ibu Keke adalah salah satu Penyintas yang surfive dan sudah dipercayakan bekerja di Panti sebagai salah satu perawat.

Dalam sambutannya, Pembina Upacara menekankan aspek komitmen dan konsistensi sikap dalam pelayanan terhadap ODGJ di Panti. Hal ini berkaca dari Spiritualitas Santa Dymphna yang dijadikan sebagai pelindung panti. “Santa Dymphna adalah gadis muda yang memiliki komitmen kuat dan konsistensi sikap. Ia tidak tersilau oleh kenikmatan dunia: kelimpahan harta dan kehidupan seksual. Ia memilih keluar dari Kerajaan dan hidup bertapa bersama pastor pengakuannya”, Gerebernus, demikian Pembina Upacara yang juga adalah Koordinator umum Panti dan Yayasan.
“Ketika ayahnya: Damon merencanakan menikahinya karena tidak ditemukan perempuan yang mirip ibunya yang sudah meninggal, Dymphna justeru memilih keluar dan lari dari Kerajaan. Namun ayahnya mendapatkan dia dan mengajaknya menikah dengannya dan kembali ke Kerajaan. Namum Dymphna memilih untuk konsisten dan komit dengan pilihannya walaupun pilihan itu beresiko ia dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri”, demikian penjelasan Pembina Upacara.
Karena itu menurut Pembina Upacara, komitmen adalah keteguhan hati dan tekad yang kuat untuk senantiasa setia dan konsisten pada pilihan, entah itu pekerjaan, pasangan hidup dan lain-lain apapun tantangannya. Ketika kita mau berkaca pada spiritualitas Santa Dymphna pelindung panti ini, maka tekad untuk senantiasa teguh setia pada pilihan pekerjaan dan pelayan terhadap ODGJ di Panti ini adalah sebuah keniscayaan. Dan hal ini telah dihayati dan dilaksanakan oleh Pimpinan Panti, Sr. Lucia, CIJ.
“Mama Sr. Lucia, CIJ telah memilih dan konsisten dengan pilihannya yakni membaktikan seluruh hidupnya: perhatian, waktu, tenaga, pikiran bagi kepentingan lembaga ini, bagi ODGJ dan seluruh yang ada di komunitas ini sejak 2003. Bahkan dia mengatakan jika saya mati, saya dikuburkan di sini. Ini hanya mungkin terjadi pada pribadi, orang yang sudah selesai dengan dirinya, lanjut Pembina Upacara.
Dalam sambutanya, Pimpinan Panti Santa Dymphna, Sr. Lucia, CIJ menegaskan bahwa kebahagiaan itu tidak tergantung pada apa dan berapa banyak harta benda yang dimiliki. Tapi ketika kita menyatu atau bersekutu dengan Tuhan dan mencintai Dia dan sesama, terutama yang miskin dan menderita. Bagi Sr. Lucia, CIJ, ODGJ adalah orang-orang tersalib.
“Jika kita mau bahagia, maka kita selalu bersatu, bersekutu dengan Tuhan dan mencinta Dia dan sesama terutama mereka yang menderita seperti ODGJ. ODGJ adalah mereka yang termiskin dari yang termiskin, terlantar dari yang terlantar, terpinggir dari yang terpinggir. Selain itu mereka adalah orang-orang yang tersalib. Mereka menderita jiwa raga!,” demikian Sr. Lucia, CIJ yang telah 20-an tahun membaktikan hidup dan panggilannya di Panti Santa Dymphna.
Selanjutnya Pimpinan Panti menyampaikan ucapan terima kasih kepada Panitia yang telah merancang berbagai kegiatan perlombaan bagi ODGJ. Kegiatan yang sedianya dilaksanakan selama satu bulan hingga puncak perayaan 15 Mei 2025 mesti dilaksanakan dalam karangka rehabilitasi, mengaktifkan aspek motirik pasien.
Ketua Panitia Pesta Pelindung Panti Santa Dymphna, Pak Arifin Betok, S. Psi dalam sambutannya menyampaikan beberapa tujuan dari berbagai perlombaan yang dirancang. Antara lain, pertama, sebagai ucapan syukur dan metode terapi kognitif dan perilaku motorik yang memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk orang kecil berekspresi dan menemukan diri. Kedua, sebagai metode terapi lanjutan: membimbing dan belajar mengenali kondisi kognitif dan motorik untuk mampu mamahami potensi diri. Ketiga, meningkatkan semangat kooperatif antar sesama klien dalam tim melalui lomba-lomba kelompok yang diselenggarkan.
Adapun jenis-jenis perlombaan yang akan dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan. Di antaranya: Guling Kelapa Tungkat, Pramusaji Tim, Nyiru Bolong, Volley, Futsal, Estafet Pimping, Lintasan Buta, Joget Bola Gardus, Lingkaran Tongkat, Pindah Pimpong Tangkai Balon, Estafet Air, Estafet Disk, Estafe Air, Estafet Tepung Kartu, Tiup Pimping Air dan Lingkaran Kelompok.
Jemput ODGJ Jalanan Di Jantung Kota Maumere
Setelah selesai Apel Pembukaan dan menyaksikan pertandingan Bola Voley Putra antara Para Perawat dan Tenaga Psikologi Panti, Sr. Lucia, CIJ menjemput ODGJ jalanan di Depan Toko Lio, Jl. Moa Toda, Maumere. Ia adalah seorang ibu yang sudah mencapai usia lanjut. Kelihatan ia sudah cukup lama terlantar dan berada di jalanan. Hal ini tampak jelas dari kondisi fisik dan pakaian yang dikenakan.
Sr. Lucia, CIJ dan beberapa perawat dan tenaga psikologi panti melakukan pendekatan setelah berada dilokasi. Sr. Lucia, CIJ mendekatinya didampingi oleh para perawat dan tenaga psikologi sambil berbasa basi dengannya. Sr. Lucia, CIJ menyakan namanya. Dengan wajah lusuh, pakayan yang sangat kotor dengan sobekan di berbagai sisi dan menebarkan aroma yang tak sedap dan, ia memperkenalkan dirinya. Nama saya: Merlina.
Mama Sr. Lucia, CIJ mengajak dan merayunya untuk masuk ke mobil Pimpinan Panti dan tinggal di Panti Santa Dymphna. Namun ia menolak dengan keras. Kemudian Sr. Lucia, CIJ meminta staf untuk menggunakan Pick Up saja. Dan akhirnya mama Merlina tersebut berhasil dievakuasi ke Panti Santa Dymphna didampingi beberapa perawat dan tenaga psikologi.
Setiba di Panti Santa Dymphna, para perawat langsung memandikan dia, membersihkan rambut dan mengguntingnya. Kemudian ia dikenakan pakaian seragam panti.
Seorang ODGJ Dipulangkan
Satu orang pasien Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) asal Sikka, Ibu Theresia Dua Kenga (mama Tris) dipulangkan ke tengah keluarga, Senin 14 April 2025. Ibu Tris dinyatakan boleh Kembali karena dinilai bahwa dia sudah bisa mandiri. Pimpinan Panti Sr. Lucia, CIJ dan Pak Arifin Betok, S.Psi, selaku tenaga psikologi panti meyakinkan keluarga yang menjemputnya bahwa mama Tris sudah baik.
Namun pihak panti memesan agar keluarga tetap menjaga situasi dan komunikasi dengan mengedepankan komunikasi yang konstruktif dan bersifat motifasi. Hindari mama Tris dari beban kareja yang dan volume kerja yang dapat mempengaruhi situasi bathin dan psikologisnya. Ciptakan suasana komunikasi dan iklim di lingkungan rumah tangga yang kondusif.
Mama Tris mengucapkan terima kasih banyak kepada Sr. Lucia, CIJ selaku pimpinan Lembaga yang menerimanya sebagai bagian dari komunitas panti. Dia boleh mengalami pengalaman baru yang memungkin dia lebih baik dan boleh mengalami penyembuhan dalam waktu yang relative singkat.
“Saya berterima kasih kepada mama Sr. Lucia, CIJ yang telah menerima saya dan merawat saya di sini sampai saya baik seperti ini dan boleh kembali ke tengah keluarga. Saya sangat berbahagia karena tidak begitu lama di sini saya boleh pulang kembali ke tengah keluarga” demikian mama Tris yang didampingi saudaranya dan berdomisili di Natar Weru Nita Maumere. Dengan demikian Panti Santa Dymphna sudah memulangkan klien sebanyak 215 orang sejak Panti Santa Dymphna didirikan, 26 Januari 2004.
Dion Ngeta








