
Teropongindonesianews.com
Sipirok – Kecamatan Sipirok diprediksi akan kesulitan bersaing di Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-57 tingkat Kabupaten Tapanuli Selatan yang akan digelar awal Mei 2025 di Sipagimbar, Kecamatan Saipar Dolok Hole. Hal ini menyusul kekhawatiran publik terhadap sistem rekrutmen kontingen Kecamatan Sipirok yang dinilai bobrok dan sarat nepotisme.
Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, dalam rapat di Aula Sarasi Lantai III Perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan pada 17 April lalu, telah mengumumkan penyelenggaraan MTQ tersebut. Namun, kesiapan kontingen Kecamatan Sipirok menjadi sorotan tajam.
Seorang wali peserta MTQ Kecamatan Sipirok yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keprihatinannya kepada wartawan pada 22 April 2024. “Kami pesimis terhadap kesiapan kontingen Sipirok. Sistem seleksi yang diterapkan selama MTQ tingkat kecamatan sangat bobrok dan penuh nepotisme,” ujarnya.
Senada dengan itu, pengamat MTQ Tapanuli Selatan, Al Hafizd Abdurrozaq Pulungan, menyatakan kekecewaannya terhadap praktik yang terus berulang di Kecamatan Sipirok. “Cara-cara yang selalu diterapkan pihak Kecamatan Sipirok dari tahun ke tahun jauh dari objektivitas dan masih kuat tradisi nepotismenya,” tegas Abdurrozaq.
Ia menambahkan, “Wajar Sipirok jarang meraih juara umum MTQ tingkat kabupaten. Hanya pada MTQ ke-49 mereka meraih juara, itupun kemungkinan besar karena status sebagai tuan rumah. Selebihnya, nihil. Kami sangat kecewa karena hal ini terus berulang setiap tahun.”
Hingga berita ini diturunkan, Camat Sipirok dan Kepala Kantor Urusan Agama Sipirok belum memberikan tanggapan atas tudingan tersebut. Keberadaan sistem rekrutmen yang transparan dan adil menjadi harapan besar agar potensi terbaik Kecamatan Sipirok dapat tergali dan mengharumkan nama daerah dalam ajang MTQ ke-57 mendatang.
Mora Siregar








