
Teropongindonesianews.com
SITUBONDO – Bagai di sambar petir di siang bolong, nasib ratusan pegawai Non Asn / Honorer, yang mendapat Kado Istimewa yang berkiaskan kata ” Di Rumahkan ” .
Menangis tak berair mata, Menjerit tak bersuara, hanya kepedihan dan kepiluan yang dirasa, Ibarat sudah terjatuh masih tertimpa tangga. Hal itu mencerminkan kondisi dampak Psikologis yang di paksa untuk Tenang dan Naik kelas untuk menerima sebagai pecatan dan di kumandangkan melalui media atau publik.
Apakah hal itu menjadi sebuah nasib, ataukah korban dari Ketidakmampuan membuat kebijakan yang membuat hati rakyatnya bahagia.
Pada saat yang tepat menjelang Hari Buruh Nasional yang jatuh pada setiap 1 Mei, Bupati Situbondo memberikan Kado Istimewa bagi para Honorer se kabupaten Situbondo walaupun dengan rasa berat hati, dengan Merumahkan Ratusan Tenaga Honorernya.
Kini, 1 Mei di Hari Buruh Nasional, para tenaga honorer yang tercampakkan harus menelan pil pahitnya Di Rumahkan untuk mendapatkan kehidupan yang Tenang dan pupusnya harapan untuk Naik Kelas.
AGUS/TIN







