
Teropongindonesianews.com
Pangkalan Bun – Pada hari ini, Selasa 02/09 bertempat ruang layanan kunjungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pangkalan Bun Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, memberikan layanan kunjungan bagi Warga Binan Pemasyarakatan (WBP). Sebelum masuk kedalam Lapas, para tamu atau keluarga dari Warga Binaan melakukan pendaftaran secara bergantian. Kedatangan mereka tersebut sekaligus membawa makanan sesuai dengan ketentuan dari Lapas.
Kunjungan adalah jembatan kasih. Kami mengerti betapa pentingnya kehadiran keluarga untuk memberi semangat dan motivasi bagi Warga Binaan. Melalui layanan kunjungan yang teratur dan terkelola dengan baik, kami berupaya menjaga ikatan batin antara Warga Binaan dan orang-orang terkasih.
Kegiatan Kunjungan Keluarga ini merupakan salah satu komitmen Lapas Pangkalan Bun dalam memberikan Hak bagi Tahanan /Narapidana untuk dapat menerima kunjungan dari Keluarga sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.
Layanan kunjungan bagi Warga Binan di Lapas Pangkalan Bun dilaksanakan dengan tetap melaksanakan prosedur pengawasan yang ketat. Sebelum pengunjung bertemu dengan Warga Binaan, petugas piket layanan kunjungan akan melakukan penggeledahan terlebih dahulu terhadap badan pengunjung dan barang bawaan yang akan masuk ke dalam Lapas.
Pengunjung yang membawa alat komunikasi seperti handphone harus menitipkannya terlebih dahulu di loker penitipan yang telah disediakan oleh petugas, dimana kunci loker tersebut dipegang oleh pengunjung yang bersangkutan. Hal ini untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan kepada pengunjung yang menitipkan handphone tersebut.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas), Pangkalan Bun Herry Muhamad Ramdan menjelaskan, kunjungan merupakan bagian dari proses rehabilitasi. Kami percaya bahwa dukungan dari luar, terutama dari keluarga dan sahabat, memiliki peran penting dalam keberhasilan rehabilitasi warga binaan. Walaupun demikian, “Petugas Lapas Pangkalan Bun tetap selalu waspada menunjukkan sikap yang baik dan ramah, dalam memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan oleh Warga Binaan dan keluarganya. Semua itu dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga ketertiban dan keamanan di Lapas Pangkalan Bun tetapterjaga,” ucapnya.
AGM







