
Teropongindonesianews.com
SITUBONDO – Aktivitas bongkar muat material di sepanjang jalan menuju Pelabuhan Jangkar, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dikeluhkan warga. Bukan hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, aktivitas yang kerap dilakukan dini hari ini juga dinilai meresahkan dan membahayakan.
Salah satu warga, HRJ, mengungkapkan kekesalannya atas aktivitas tersebut. “Pada Jumat, 5 September 2025 dini hari, kami kembali terganggu oleh aktivitas bongkar muat material ini. Ini bukan kejadian pertama, dan hampir selalu dilakukan tengah malam,” ujar HRJ. Ia menambahkan bahwa warga sebelumnya telah menegur pihak terkait, namun teguran tersebut diabaikan.
Material yang diduga akan dikirim ke Madura tersebut, menurut informasi, dikirim dari Surabaya. Kejanggalan muncul karena proses bongkar muat dilakukan di pinggir jalan menuju pelabuhan, bukan di area pelabuhan itu sendiri, sebelum akhirnya dimuat kembali ke truk untuk melanjutkan perjalanan. “Kalau tujuannya Madura, kenapa harus dibongkar di jalan? Ini sangat mencurigakan,” tambah HRJ.
Selain mengganggu ketenangan warga, aktivitas bongkar muat yang tidak tertib juga membahayakan pengguna jalan. Parahnya, material bahkan pernah diturunkan tepat di depan Puskesmas Jangkar. Ketidaktegasan pihak berwenang dalam menindak aktivitas ini semakin membuat warga geram.
“Area Pelabuhan Jangkar sangat luas. Tidak ada alasan untuk melakukan bongkar muat di jalan raya yang mengganggu warga dan pengguna jalan. Kami meminta kepada pihak berwenang untuk mengambil tindakan tegas agar aktivitas ini dihentikan dan ketenangan warga terjaga,” tegas HRJ mewakili masyarakat sekitar.
Warga berharap agar aparat terkait segera menyelidiki dugaan pelanggaran dan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang bertanggung jawab. Mereka menuntut agar bongkar muat dilakukan di area yang telah disediakan di Pelabuhan Jangkar untuk menghindari gangguan dan potensi bahaya yang lebih besar.
BiroTIN/STB








