
TeropongindonesiaNews.com
Sumenep, Ketidak jelasan pekerjaan salah satu proyek program percepatan peningkatan tata guna air (P3-TGAI) di dusun Panggulan desa Sera Barat yang menelan anggaran negara sekitar Rp. 195.000.000 milik Sumber Makmur belum menemui kejelasan dari pihak pengelola dan progres pengerjaan yg dinilai belum signifikan.
Pekerjaan yang seharusnya sudah berjalan dari bulan agustus ini masih dalam tahap penggalian saluran , ini tak pelak menimbulkan spekulasi dari masyarakat akan adanya permainan di balik proyek ini.
Pantauan di lokasi pada Sabtu, 6 September 2025, menemukan sederet kejanggalan.
Diawal temuannya, dilokasi pengerjaan tidak adanya papan informasi proyek,
galian saluran irigasi tidak memenuhi standar kedalaman dan lebar, sementara pemasangan batu pondasi hanya ditumpuk seadanya, tanpa ikatan dan susunan yang rapi. hingga bahan yg tidak sesuai dengan spesifikasi pengerjaan.
“ Kami sebagai warga tidak tahu berapa anggarannya, siapa pelaksananya, dan kapan selesai. Semua serba gelap, padahal seharusnya terbuka,” keluh warga lainnya.
Saat tim media TIN mengkonfirmasi terdahap Kepala desa Sera Barat Munasid, beliau menyampaikan bahwa proyek itu memang bertempat di Serah Barat , tapi proyek itu adalah proyek titipan dari luar dan beliau belum melihat langsung ke lokasi pengerjaan.
“Memang ada hambatan di lapangan untuk pengerjaannya , masih adanya tanaman tembakau di salah satu ladang warga yang itu menjadi akses masuk material pengerjaan. Kami sudah menegaskan kepada pelaksana agar mempercepat pengerjaan sekaligus menjaga kualitasnya,” tegas Munasid .
Imbuhnya lagi , untuk pengerjaannya sampai tim meminta konfirmasi beliau belum melihat hasil pengerjaannya , yg sebelumnya belum terpasangnya papan rincian proyek.
Munasid juga mengatakan untuk keterangan lanjutnya tim wartawan TIN bisa langsung menghubungi penitip proyek langsung. Ini malah seperti lempar – lemparan tanggung jawab.
”untuk lebih lanjutnya hubungin langsung yang bersangkutan, yakni penitip dari proyek tersebut ”
Berbeda dengan Munasid, (An) selaku terduga penitip proyek Makmur Jaya malah susah untuk di ajak berkomukasi, Tim berusaha untuk menghubunginya tapi tidak ada respon, seperti main kucing-kucingan. Saat tim berhasil mengkonfirmasinya, pengelola menanggapinya bahwa persoalan para tukang yang masih ada tanggungan dg pekerjaan lainnya.
“ kami kesulitan dalam mencari para pekerja (tukang), yang mana banyak masih ada di proyek lainnya, jadi kita iu terkendala di tukangnya “, tandasnya.
Dari pernyataan yang disampaikan antara Kades Sera Barat dan pihak penitip malah tidak sama. Adanya ketidaksamaan ini malah menjadi adanya sebuah fakta yg tidak sama dalam menjalankan proyek ini.
Lebih lanjut dari pantauan dilapangan (08/09/25), pekerjaan sudah berjalan, saat tim bertanya kepada salah satu perkerja, yang membenarkan bahwa dari proses pencairannya baru dikerjaan hampir satu mingguan tapi belum ada progres yang jelas.
”benar pekerjaan baru berjalan sekitar satu mingguan, dari proses pencairannya.
Karena terhambat akan akses untuk dilewati penurunan material tidak bisa dilewati karena masih ada tanaman tembakau warga”, imbuh Arifin salah satu pekerja di lapangan.
Minimnya transparansi, keterlambatan pengerjaan, serta lemahnya pengawasan membuat proyek P3-TGAI di Sera Barat ini diduga berpotensi menjadi ladang bancakan. Warga berharap pemerintah dan pihak berwenang segera turun tangan melakukan evaluasi agar anggaran negara benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. RAHMAN







