
TeropongindonesiaNews.com
Bondowoso – Kepala Desa Karang Melok, Mahfud. Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso kini tengah menjadi perhatian publik, Bukan hanya karena kebijakan atau program kerjanya semata, melainkan karena kegemarannya yang unik dan jarang dimiliki pejabat desa lain yaitu hobi mengoleksi barang-barang antik yang sarat dengan nilai sejarah dan Budaya Bangsa.

Di sela kesibukannya sebagai seorang pemimpin desa, Kades Karang Melok selalu menyempatkan waktu untuk merawat koleksi benda antiknya, Di ruang tamu rumahnya, pengunjung akan disambut dengan deretan barang kuno, mulai dari keris pusaka, lampu teplok zaman kolonial, uang logam dan kertas dari masa sebelum kemerdekaan, hingga perabot kayu jati bergaya klasik. Semua tertata rapi seakan membawa siapa pun yang melihatnya kembali ke masa lalu.

“Setiap benda punya cerita, dan itu yang membuat saya tertarik, Koleksi ini bukan hanya untuk dilihat, tapi juga untuk dipelajari dan dimaknai,” Ujarnya saat ditemui wartawan Media TIN, Senin – 8 September 2025.

Menurutnya, kegemaran mengoleksi barang antik telah ia tekuni sejak masih muda. Berawal dari satu buah jam dinding tua peninggalan jaman dulu kemudian hobi tersebut berkembang, Hingga kini jumlah koleksinya terus bertambah seiring perjalanan waktu. Ada barang yang didapat dari peninggalan keluarga, ada pula yang ia peroleh dengan cara membeli dari kolektor lain.
Warga desapun merasa bangga memiliki Kades yang peduli pada warisan Budaya tersebut, Tak jarang rumah Kades menjadi tempat singgah bagi tamu, peneliti, maupun masyarakat sekitar yang penasaran dengan koleksi tersebut. “Pak Kades memang beda, beliau suka barang-barang kuno, Kami senang, soalnya bisa ikut belajar tentang sejarah dari koleksinya,” Ungkap salah seorang warga setempat.
Selain itu, keberadaan koleksi antik milik Kades Karang Melok juga memberi dampak positif. Beberapa kali, ia mengizinkan koleksinya dipamerkan dalam acara Budaya Desa, Hal ini sekaligus menjadi ajang edukasi bagi generasi muda agar tidak melupakan sejarah dan tetap menjaga kearifan lokal.
“Barang antik itu punya nilai, bukan hanya materi tapi juga moral dan budaya, Kalau kita tidak melestarikan, siapa lagi ?,” tambah sang Kades.
Kecintaan Kades Karang Melok terhadap benda antik kini bukan sekadar hobi pribadi, tetapi telah menjadi inspirasi bagi masyarakatnya, Di tengah arus modernisasi yang begitu cepat, ia mampu menghadirkan sebuah pesan penting: menjaga warisan leluhur sama artinya dengan menjaga identitas bangsa.
Agus/Red








