
Teropongindonesianews.com
Ruteng, 9 November 2025 — Polemik terkait kondisi pengerjaan proyek jalan lapen Ruis–Copu di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, terus menjadi sorotan publik. Meski pihak kontraktor pelaksana hingga kini belum memberikan klarifikasi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan anggota DPRD Manggarai menegaskan pentingnya pengawasan ketat serta komitmen terhadap mutu pekerjaan.
Upaya media untuk mengonfirmasi pihak kontraktor pelaksana hingga saat ini belum membuahkan hasil. Nomor kontak yang diperoleh dari PPK telah dicoba dihubungi berulang kali, baik melalui panggilan telepon maupun pesan WhatsApp, namun belum ada respons. Pesan yang dikirim hanya menampilkan tanda centang dua berwarna putih, menandakan pesan terkirim tetapi belum dibaca.
Publik berharap pihak kontraktor dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai pelaksanaan proyek tersebut, guna menghindari munculnya spekulasi dan kesalahpahaman di masyarakat. Transparansi dinilai penting untuk memastikan proyek yang dibiayai oleh anggaran negara berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menanggapi isu yang berkembang, Chitra Ayu Purwarini, ST, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek jalan Ruis–Copu, memberikan klarifikasi resmi melalui pesan WhatsApp pada Minggu sore (9/11/2025).
Ia menegaskan telah memberikan instruksi tegas kepada pihak direksi teknis dan konsultan pengawas agar melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan oleh pihak pelaksana (rekanan).
“Apabila dalam pelaksanaan pekerjaan ditemukan kegiatan yang tidak sesuai dengan ketentuan atau tidak mengikuti arahan yang telah diberikan, maka pekerjaan tersebut wajib dibongkar dan diperbaiki,” tegas Chitra.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa apabila pelaksana tidak bersedia memperbaiki pekerjaan yang tidak sesuai, maka volume pekerjaan tersebut tidak akan diakui dalam perhitungan prestasi.
“Sebagai bentuk komitmen terhadap mutu pekerjaan, terdapat bukti nyata berupa rekaman video yang menunjukkan proses pembongkaran pekerjaan oleh pihak pelaksana sendiri, disaksikan langsung oleh konsultan pengawas di lapangan,” jelasnya.
Chitra juga memastikan bahwa seluruh material yang digunakan dalam proyek tersebut telah melalui proses uji laboratorium dan dinyatakan memenuhi syarat teknis sebelum pekerjaan dimulai.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan respon terhadap keluhan masyarakat, Chitra Ayu mengaku telah turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi jalan yang sempat viral di media sosial.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Manggarai, Aven Mbejak, juga menyoroti pentingnya pengawasan dari pihak PPK dan konsultan terhadap proyek tersebut.
Menurut Aven, laporan masyarakat terkait kondisi jalan Ruis–Copu yang memprihatinkan harus segera ditindaklanjuti agar kualitas proyek tidak mengecewakan.
“Meskipun kontraktor pelaksana sudah siap memperbaiki pekerjaan itu, peran PPK dan konsultan pengawas sangat penting dalam memastikan kualitas proyek,” ujar Aven melalui pesan WhatsApp, Minggu (9/11/2025).
Ia menegaskan bahwa apapun persoalan di lapangan, PPK dan konsultan pengawas harus bekerja maksimal untuk memastikan pelaksanaan proyek sesuai dengan spesifikasi teknis.
“Apapun persoalan di lapangan, PPK dan konsultan pengawas harus seefektif mungkin melakukan monitoring,” tambahnya.
Aven juga menyampaikan bahwa dirinya telah menerima laporan, foto, dan video hasil perbaikan dari konsultan pengawas. Ia berencana dalam waktu dekat akan turun langsung meninjau kondisi proyek di lapangan.
“Mungkin dalam waktu dekat saya akan turun langsung ke lapangan,” katanya.
Meski demikian, ia mengapresiasi langkah kontraktor yang telah bersedia memperbaiki bagian pekerjaan yang dinilai tidak sesuai, serta berharap seluruh pihak menjalankan peran masing-masing dengan tanggung jawab tinggi.
Susilo Hermanus








