
Teropongindonesianews.com
Nagekeo – Di era digitalisasi ini, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) diharapkan untuk tetap eksis dan mengikuti perkembangan jaman menjadi penggerak agar ibu – ibu dan juga bapak – bapak semakin memiliki kesadaran bahwa peningkatan ekonomi keluarga bukan hanya tanggung jawab seseorang melainkan PKK sebagai fundasi keberlangsungan kesejahteraan keluarga.

Baru – baru ini di kecamatan Nangaroro tepatnya di Aula kantor Camat, telah dilaksanakan Bimbingan Teknis Tupoksi PKK Desa. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan perdana karena melibatkan dua kecamatan sekaligus yakni Kecamatan Nangaroro dan Kecamatan Keo Tengah. Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Staf Ahli TP PKK Kabupaten Nagekeo, Ny. Ermelida Woi, serta pengurus PKK Kabupaten , Ibu Ketua TP PKK dari dua Kecamatan, Camat Nangaroro, Agustinus Egho yang sekaligus menjabat sebagai ketua Pembina TP PKK Kecamatan, ibu- ibu ketua TP PKK Desa, Sekretaris PKK Desa , Ketua Pokja 3 dan 4 Sekecamatan Nangaroro dan beberapa desa di wilayah kecamatan Keo Tengah. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari (24 – 25/11/2025)memberikan pemahaman baru sesuai hasil Rakernas X. Agustinus Egho, yang membuka kegiatan sangat mengharapakn agar semua anggota PKK Desa responsif terhadap segala perubahan. Karena tidak menutup kemungkinan di era digital ini, apapun keadaan kita harus dan mau tidak mau mengikuti perkembnagn jaman yang terus berubah dari waktu ke waktu. “Sebelum Rakernas X, belum ada istiah Staf Ahli, sekarang ada staf Ahli. Jika tidak ada pertemuan dalam bentuk Bimtek seperti ini saya yakin, banyak anggota PKK tidak tahu sebutan ini.” Tegasnya. Sementra itu Ermelinda Woi menegaskan beberapa hal penting terkait masih rendahnya perhatian Pemerintah Desa terhadap PKK, sebagai bukti masih ada yang belum dilibatkan dalam Musrenbangdes, belum ada transparansi dalam penggunaan anggaran, serta Tupoksi yang belum sepenuhnya dijalankan secara maksimal sehingga banyak ibu – ibu yang kehilanagn identitasnya dalam forum besar. “Saya sangat mengharapkan agar PKK Desa lebih proaktif, merancang program kerja yang disesuaikan dengan anggaran dan yang terpenting sesuai dengan potensi desa masing – masing. Demikian juga dengan ibu- ibu harus banyak dilibatkan dalam forum besar, agar indeks partisipasi Perempuan meningkat. Bagaimanapun PKK ini harus selaras dengan program pusat. Tentu hal ini melihat Kembali potensi desanya, dan yang terpenting dapat menjawabi isu stunting, isu kemiskinan, dan isu kekerasan terhadap Perempuan dan anak.” Ucapnya lagi.
Sementara itu narasumber pada kegiatan tersebut yang pengalamannya tidak diragukan lagi, Yosefina Hutmin (Sekretaris PKK Kabupaten Nagekeo), yang membawakan materi tentang Kedudukan Kelembagaan PKK, Kepengurusan PKK, serta hasil Rakernas yang terdiri dari Buku 1 berisi tentang Rencana Induk Gerakan PKK Tahun 2025 – 2029, Buku 2 tentang Strategi Gerakan PKK, Buku 3 tentang Juknis Tata Kelola Kelembagaan Gerakan PKK. Sementara Vinsensius Mbupu menekankan pentingnya merancang program kerja yang menjadi proritas desa. Hal ini dengan melihat juga program yang diturunkan dari pusat. Lalu disepakati anggarannya, pada kesempatan tersebut dia meminta beberapa desa untuk mengisi formular program kerja dari 4 Pokja, sebagai contoh agar mendapatkan Gambaran ditahun 2026, merancang kegiatan yang tidak hanya asal jadi akan tetapi dengan melihat situasi nyata, sesuai potensi desa masing- masing.
Sementara itu pada tempat yang sama Budiman dan Nakes Tari dan Angel menekankan pentingnya para kader PKK dibekali dengan materi Kesehatan dan makanan. Dalam hal ini Pokja III dan IV yang lebih berperan , karena ada keterkaitan.
Selain itu, 4 program yang sejalan dengan 10 program pokok PKK, yakni kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan sosial. Keempat program tersebut menjadi landasan TP PKK dalam menentukan program prioritas yang berkaitan dengan fungsi dari empat Kelompok Kerja (Pokja) TP PKK. Seperti pola asuh dalam keluarga, peningkatan pendapatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan keluarga, dan kesehatan dasar keluarga. Selain itu, PKK desa hendaknya menentukan pilihan program agar masyarakat dapat mengatasi isu- isu stunting, kekerasan terhadap perempuan dan anak. Beberpa program tersebut diantaranya Adalah: Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAARedi), serta Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi (Gelari Pelangi). Selain itu, ada pula gerakan Amal dan Kukuhkan Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (Aku Hatinya PKK), serta gerakan PKK Keluarga Sehat, Tanggap, dan Tangguh Bencana. program – program ini diharapkan berperan dalam mencegah stunting melalui pola penajaman pendampingan kepada para ibu hamil ataupun anak-anak. demikianpun pengurus dan kader TP PKK dapat bekerja maksimal untuk lebih meningkatkan kesejahetraan masyarakt.
*YULI GAGARI*







