Oplus_131072
Teropongindonesianews.com
Bengkulu Utara, 04 Maret 2026 – Ketika melakukan konfirmasi terkait berita pembangunan di SDN 065 Bengkulu Utara, awak media menghadapi reaksi tidak menyenangkan dari kepala sekolah. Peristiwa terjadi saat awak media hendak bertemu kepala sekolah di ruang kerjanya.
Sebelum memasuki ruangan, salah satu jurnalis mengucapkan salam yang langsung dibalas oleh seorang guru perempuan beserta kata sambutan “masuk pak”. Guru tersebut juga menyampaikan bahwa kepala sekolah dan seorang pria lain ada di dalam ruangan. Setelah masuk, jurnalis langsung duduk dan menyampaikan niat untuk mengisi buku tamu serta mengkonfirmasi berita yang telah diangkat beberapa minggu lalu.
“Kamu yang naikan beritanya soal bantuan Revitalisasi pembangunan di sekolah kami?” tanya kepala sekolah kepada jurnalis. Saat jurnalis akan menyampaikan maksud untuk mengkonfirmasi berita kedua yang akan diangkat, kepala sekolah langsung menyela dan menanyakan mengapa ada sebelum naikan berita waktu itu tidak meminta izin terlebih dahulu untuk mengambil foto bangunan revitalisasi sekolah? Kata kepala sekolah, “Tunggu sebentar saya mau telepon dulu terkait berita yang saudara naikan dan tidak pamit? Izin saya pamit pak kepsek untuk mau cek lantai yang sudah retak, apakah sudah diperbaiki apa belum kata awak media.
Saat melakukan pemeriksaan langsung, ditemukan bahwa lantai yang retak belum diperbaiki. Menanggapi pertanyaan kepala sekolah terkait permintaan izin, jurnalis menjawab, “Apakah saya wajib pamit dulu untuk melengkapi dokumen pemberitaan saya? Karena kalau saya pamit, takutnya pemberitaan saya tidak lengkap untuk di Online kan” lepas dari itu kepala sekolah tidak menjawab.
Kondisi serupa juga terjadi pada saat awak media melakukan kontrol sosial ke sekolah sebelumnya, di mana kepala sekolah tampak marah dan kurang senang terkait berita yang telah diangkat beberapa minggu yang lewat.
Dana Revitalisasi dari Kementerian Pendidikan yang dialokasikan untuk SDN 065 Bengkulu Utara mencapai sekitar Rp 1,1 Milyar lebih. Kepala sekolah dinilai menunjukkan reaksi sensitif terhadap kedatangan awak media, diketahui sebelumnya pihak kepala sekolah juga tidak pernah menjawab konfirmasi terkait berita pertama yang diangkat.
Awak media dengan tegas Aparat penegak Hukum (APH) Bengkulu Utara untuk segera melakukan pemeriksaan lapangan dan menindaklanjuti dugaan adanya unsur penyelewengan dana anggaran Revitalisasi dari Kementerian Pendidikan yang terjadi di SDN 065 Bengkulu Utara.
Redaksi






