Oplus_131072
Teropongindonesianews.com
BANDUNG – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bandung pada Rabu (4/3/2026). Dalam kunjungan yang didampingi Bupati Bandung Dadang Supriatna (Kang DS) dan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan tersebut, Wapres fokus pada penguatan literasi Kecerdasan Artifisial (AI) bagi pelajar dan santri di dua lokasi berbeda, yaitu SMP Al-Muthahari Kecamatan Rancaekek dan Pondok Pesantren Daarul Arqom Kecamatan Pacet.
Di SMP Al-Muthahari, Wapres melakukan dialog langsung dengan para siswa dan guru terkait pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran. Ia menekankan bahwa AI berperan penting sebagai alat bantu yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar, namun harus tetap diimbangi dengan pemahaman akan aturan dan etika penggunaan.
“AI ini penting untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, tetapi tetap ada aturan main dan etika yang harus diperhatikan. Jangan sampai anak-anak ketergantungan AI sehingga menghilangkan kemampuan berpikir kritis (critical thinking),” tegas Gibran.

Selain itu, Wapres juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyalahgunaan teknologi AI, termasuk modus penipuan berbasis rekayasa suara (voice cloning) yang dapat meniru suara seseorang untuk melakukan tindakan penipuan. Ia menekankan peran guru dan orang tua sebagai pembimbing utama agar anak-anak dapat menggunakan AI secara bijak.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Pondok Pesantren Daarul Arqom. Di hadapan ratusan santri, Wapres kembali menegaskan bahwa penguasaan teknologi modern seperti AI merupakan kebutuhan penting agar generasi muda Indonesia tidak tertinggal dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman global.
“Kita harus memastikan bahwa generasi muda, termasuk para santri, memiliki akses dan pemahaman yang tepat tentang teknologi terkini. Hal ini akan menjadi modal utama dalam menghadapi persaingan di era digital,” ucapnya.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan bahwa Kabupaten Bandung dengan jumlah penduduk sekitar 3,8 juta jiwa dan sekitar 1,6 juta pelajar memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya manusia. Oleh karena itu, literasi digital dan penguasaan AI menjadi bagian krusial dalam menyiapkan generasi unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Hari ini kita melihat langsung bahwa edukasi tentang AI sangat penting untuk dipelajari. Penggunaannya harus dilakukan secara baik, sopan, dan bijak agar tidak terjebak pada dampak negatifnya. Kami meyakini program Presiden dan Wakil Presiden ini akan meningkatkan kualitas SDM unggul,” ujar Kang DS.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung untuk terus memperkuat literasi digital di seluruh satuan pendidikan, termasuk pesantren. Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten diharapkan dapat melahirkan generasi muda Kabupaten Bandung yang adaptif, kritis berpikir, dan memiliki daya saing tinggi di era transformasi digital.( RF )
Sumber : Humas Pemkab Bandung








