Oplus_131072
Teropongindonesianews.com
Bawean, Gresik – Ribuan jamaah yang berasal dari wilayah Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, memenuhi Alun-Alun Sangkapura untuk mengikuti Majelis Dzikir dan Pembacaan Maulidurrasul SAW dalam rangka pelaksanaan Haul Akbar Bawean. Acara besar ini digelar pada Ahad (3/5/2026) dan berlangsung dengan suasana yang sangat khidmat serta menyentuh hati.
Diselenggarakan oleh Jama’ah Al-Khidmah, kegiatan ini menjadi momen penting dan sarana penguatan spiritual bagi segenap masyarakat Pulau Bawean. Sejak pagi hari, lokasi acara telah dipadati jamaah yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari zikir bersama, tawassul, pembacaan Surat Yasin, hingga lantunan syair dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang menggetarkan hati.
Haul Akbar ini diselenggarakan sebagai sarana tawassul dan penyampaian doa serta pahala amal ibadah untuk para auliya Allah, para leluhur Pulau Bawean, para sesepuh, ulama, pemimpin bangsa, serta seluruh kaum Muslimin dan Muslimat yang telah mendahului kita. Selain itu, majelis ini juga menjadi wadah bermunajat kepada Allah SWT guna memohon rahmat, perlindungan, keselamatan, serta dijauhkannya masyarakat dari segala marabahaya dan musibah.
Dalam rangkaian acara ini, doa khusus juga dipanjatkan bagi pendiri Jama’ah Al-Khidmah, Almarhum Hadhrotusy Syaikh Ahmad Asrori Al Ishaqi (rahimahullah), yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Assalafi Al Fitrah Surabaya. Para jamaah berharap semoga Allah SWT senantiasa meninggikan derajat beliau di sisi-Nya dan melimpahkan keberkahan serta perlindungan bagi seluruh pengamal dan pengikut majelis dzikir ini.

Ketua Umum Pengurus Pusat Jama’ah Al-Khidmah, H. Muhammad Uripan, dalam sambutannya mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga persatuan, kekompakan, dan keharmonisan, serta terus merawat keberlangsungan majelis dzikir sebagai jalan utama meraih keselamatan di dunia dan di akhirat kelak.
“Kita harus senantiasa menjaga kerukunan dan semakin memantapkan langkah dalam berorganisasi demi tercapainya cita-cita luhur bersama. Insya Allah kita semua akan dirahmati dan memperoleh keselamatan dunia serta akhirat melalui bimbingan guru kita, Hadhrotusy Syaikh Ahmad Asrori Al Ishaqi, serta melalui pintu-pintu dzikir yang kita amalkan bersama, baik di pagi maupun di malam hari seperti yang kita lakukan dalam majelis ini,” ujarnya.
Ia pun menegaskan bahwa majelis dzikir ini merupakan warisan luhur yang wajib dijaga dan diteruskan oleh seluruh jamaah. “Majelis ini telah diwariskan kepada kita sebagai pedoman hidup yang mulia. Semoga kita semua mendapatkan syafaat dan senantiasa diberi kekuatan untuk tetap istiqomah dalam merawat dan melestarikan majelis dzikir ini,” tambahnya.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Bawean, K.H.R. Ali Masyhar, dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa berlangsungnya kegiatan majelis dzikir hingga saat ini merupakan sebuah kebahagiaan sekaligus bukti keberhasilan dan kesungguhan hati sang pendiri, meskipun beliau telah tiada.
“Beliau tentu merasa tenang dan bahagia di alam sana karena majelis dzikir yang beliau dirikan dan perjuangkan masih terus berjalan dengan baik, lestari, dan dicintai masyarakat. Semoga semangat ini terus terpelihara hingga akhir zaman nanti,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya dzikir sebagai solusi utama atas berbagai persoalan kehidupan. Menurutnya, di tengah derasnya arus zaman dan beragam tantangan hidup, dzikir adalah jalan paling ampuh untuk meraih ketenangan jiwa, pengampunan dosa, serta limpahan pahala dari Allah SWT.
“Kehadiran kita berkumpul di majelis ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan sebuah anugerah dan jalan keluar atas sempitnya kehidupan dunia. Semoga setelah kita pulang ke rumah nanti, seluruh dosa kita, kedua orang tua, para guru, dan keluarga kita diampuni oleh Allah SWT. Bagi yang sedang sakit, semoga disembuhkan; bagi yang sedang mengalami kesulitan, semoga dibukakan jalan kemudahan dan kelapangan rezeki,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan hadirin bahwa nikmat terbesar yang diterima manusia dalam hidup ini bukanlah kekayaan materi atau kedudukan tinggi, melainkan nikmat iman dan islam, serta dikenalkannya kita kepada sosok teladan agung, Baginda Nabi Besar Muhammad SAW.
Acara pun ditutup dengan doa bersama yang dipimpin dengan penuh haru dan pengharapan, memohon keberkahan, keselamatan, serta perlindungan dari segala bencana bagi seluruh masyarakat Pulau Bawean dan bangsa Indonesia pada umumnya.
Pada puncak acara, Mauidhotul Hasanah disampaikan oleh KH. Muhammad Husni Mubarok Al Hafidz (Ndalem) yang menekankan pentingnya dzikir sebagai amalan utama dalam kehidupan seorang muslim.
Junaidi







