Skip to content
Mei 12, 2026
  • BREAKING NEWS
  • KEPOLISIAN
  • Daerah
  • Ragam Peristiwa
  • Pemerintah
  • TNI
    • Desa
  • Edisi Spesial
BackgroundEraser_20250402_172203769

Menyingkap Tabir, Mengungkap Fakta, Aktual dan Terpercaya

Primary Menu
  • BREAKING NEWS
  • KEPOLISIAN
  • Daerah
  • Ragam Peristiwa
  • Pemerintah
  • TNI
    • Desa
  • Edisi Spesial
Live
  • Home
  • 2026
  • Mei
  • 11
  • Kasus Suro Di Aniaya WNA Memanas, Ratusan Wartawan Kepung Polres Banyuwangi Sebab Kasus Berat Di Ubah Jadi TIPIRING
  • BREAKING NEWS

Kasus Suro Di Aniaya WNA Memanas, Ratusan Wartawan Kepung Polres Banyuwangi Sebab Kasus Berat Di Ubah Jadi TIPIRING

Redaksi Teropong Indonesia News Mei 11, 2026 3 minutes read
IMG-20260511-WA0054_copy_640x640

Teropong Indonesia News

BANYUWANGI – Suara kemarahan dan tuntutan keadilan meledak di halaman Mapolresta Banyuwangi, Senin (11/5/2026). Ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat dan kawasan pesisir berkumpul dalam aksi solidaritas mendukung Suro, pengusaha sound system warga Kampung Ujung, yang diduga menjadi korban penganiayaan berat oleh seorang Warga Negara Asing (WNA). Gelombang protes ini dipicu oleh kabar yang beredar bahwa kasus yang menyebabkan korban patah tulang itu justru berpotensi diproses sebagai Tindak Pidana Ringan (Tipiring), bukan penganiayaan berat sebagaimana mestinya.

Kasus berawal dari keributan di area pintu masuk Boom Marina saat perayaan Hari Raya Idul Fitri berlangsung. Saat itu, Suro sedang menyewakan perangkat suara untuk kegiatan hiburan rakyat yang sudah menjadi tradisi turun-temurun warga setempat. Konflik meletus ketika pihak pengelola atau pihak terkait, termasuk seorang WNA, diduga mencabut paksa peralatan milik korban dan berujung pada tindakan kekerasan fisik yang membuat Suro menderita luka serius hingga patah tulang, terbukti lewat hasil rontgen medis.

 

Dalam orasi yang membara di depan gerbang kepolisian, Kuasa Hukum korban, Nanang Selamet, menjelaskan bahwa aksi ini digelar sangat mendadak, hanya dalam waktu 3–4 jam, namun respons warga luar biasa besar karena merasa rasa keadilan masyarakat telah diinjak-injak.

“Kami turun ke jalan karena ada saudara kita yang dianiaya WNA. Selama puluhan tahun, saat Lebaran kami bebas berhibur di pantai ini, itu hak kami. Sekarang dilarang, alat kami dicabut paksa, bahkan orangnya dipukuli sampai patah tulang. Yang lebih menyakitkan, ada kabar kasus ini mau diringankan, mau dijadikan Tipiring. Ini penghinaan bagi kami semua,” tegas Nanang di hadapan massa yang terus bersorak “Adil! Adil!”.

Pihak hukum menyoroti ketidakwajaran dalam penanganan perkara. Awalnya, tersangka disangkakan dengan Pasal Penganiayaan yang memiliki ancaman hukuman berat. Namun, seiring berjalannya waktu, pasal yang diterapkan berubah menjadi pasal pelanggaran biasa atau tindak pidana ringan, padahal lokasi, waktu, dan kronologi kejadian tetap sama.

Kuasa Hukum lainnya, Rozakki Muhtar, SH, menunjukkan bukti nyata berupa hasil rekam medis korban yang memperlihatkan tulang yang patah akibat pukulan keras. Ia menilai perubahan konstruksi hukum ini sangat janggal dan mencurigakan, seolah ada upaya sengaja untuk melindungi pihak WNA agar lepas dari jerat hukum berat.

“Saya bingung dengan logika hukum hari ini. Ada bukti patah tulang yang jelas, ada saksi, ada kronologi kekerasan, tapi pasalnya diputar-putar jadi pelanggaran biasa? Apa bedanya warga negara kita dengan orang asing ini? Hukum harus sama rata, tidak boleh ada main-main pasal. Kami minta Kapolri dan Kapolda Jatim turun tangan evaluasi penanganan ini, jangan biarkan hukum di Banyuwangi dipermainkan,” tegas Rozakki dengan nada tinggi.

Pihak kuasa hukum juga menuding adanya ketimpangan perlakuan aparat. Menurut mereka, pihak kepolisian justru terlihat lebih intens berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak terlapor/WNA, sementara kepentingan korban dan keluarganya terabaikan.

“Negara itu ada untuk melindungi rakyatnya. Tapi yang kami lihat justru terbalik. Kami akan terus mengawal, dan minggu depan kami rencanakan aksi yang lebih besar lagi jika sampai batas waktu yang kami tentukan kasus ini tidak dikembalikan ke jalur yang benar,” ancam Nanang.

Massa yang hadir tampak sangat emosional namun tetap tertib. Mereka menolak keras istilah Tipiring untuk kasus ini, dan berteriak menuntut agar WNA pelaku kekerasan diproses sesuai beratnya perbuatan. Warga khawatir jika hal ini dibiarkan, maka akan menjadi preseden buruk: warga asing bisa bertindak sewenang-wenang di tanah sendiri tanpa takut hukuman berat.

Setelah menyampaikan tuntutan, perwakilan massa dan tim hukum masuk ke dalam Mapolresta untuk melakukan audiensi dengan Pejabat Utama Polresta Banyuwangi. Mereka menuntut kejelasan, mengembalikan pasal semula, serta transparansi agar masyarakat yakin tidak ada negosiasi atau permainan di balik meja hijau.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di depan Mapolresta masih ramai dipantau warga. Masyarakat Banyuwangi menunggu kepastian: apakah hukum akan berpihak pada bukti medis dan kebenaran, atau kembali dikalahkan oleh kekuatan dan kedudukan. (tim)

About The Author

Redaksi Teropong Indonesia News

TEROPONG INDONESIA NEWS DI DIRIKAN SEJAK TANGGAL 22 DESEMBER 2020 oleh Wahyu dan Haji Darmo di bawah Naungan PT Teropong Multi Media,
( Call Redaksi : 082323884880 )

See author's posts

Post navigation

Previous: POLANTAS MENYAPA,  Satlantas Polres Jember Hadir Berikan Pelayanan & Edukasi, Tegakkan Hukum Berbasis Kemanusiaan
Next: Kuasa Hukum Tegaskan Hak Pemohon Belum Terjawab, Putusan Praperadilan As Jadi Sorotan Publik

Related Stories

IMG-20260511-WA0060_copy_1453x652
  • BREAKING NEWS

Kuasa Hukum Tegaskan Hak Pemohon Belum Terjawab, Putusan Praperadilan As Jadi Sorotan Publik

Redaksi Teropong Indonesia News Mei 11, 2026
IMG-20260511-WA0008
  • BREAKING NEWS

LSM GMBI Soroti Proyek Musholla Pengadilan Agama Bawean: Anggaran Misterius dan Jawaban Sekretaris Dinilai “Ngawur”

Redaksi Teropong Indonesia News Mei 11, 2026
IMG-20260511-WA0190
  • BREAKING NEWS

launching Festival Egrang Ke-14 Bersama Wamen Komdigi Di Pasar Lumpur,Tanoker Ledokombo Jember

Redaksi Teropong Indonesia News Mei 11, 2026

PEMERINTAH KOTA PADANG SIDIMPUAN

IMG-20250908-WA0139

BUTIK INDHIRA GIANYAR BALI BERKELAS DUNIA

20241231_114526_copy_1280x1280

Perusahaan Rokok SAE-22/SAE-FA

IMG_20250118_003129

Selamat dan Sukses Atas Serah Terima Jabatan Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso Jawa Timur

IMG_20260428_023639

GUEST HOUSE JEMBER

20260308_204752_copy_1280x1280
Guest House Jember
  • Susunan Direksi PT Teropong Multi Media dan Susunan Redaksi Media Teropong Indonesia News
  • PHONE PEMIMPIN REDAKSI
Mei 2026
SSRKJSM
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr    

SUSU NASIONAL

1778373635513
SUSU NASIONAL

Arsip

MENEBAR KEBAJIKAN DENGAN SEDEKAH PADA ANAK YATIM

IMG_20250227_104516

PHONE PEMRED

WA - 082323884880
WA & Celluler - 085236384228

Usamah Abdat, SE – DEWAN REDAKSI

IMG-20250817-WA0274

KH Shobirin Al Faqih Bondowoso Jatim

IMG_20250812_234314
Keluarga Besar BSBK Bondowoso Jatim

You may have missed

IMG-20260511-WA0013
  • Uncategorized

Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis, Yayasan Indonesia Terang Benderang Dorong Kesejahteraan di Hutaimbaru

Redaksi Teropong Indonesia News Mei 11, 2026
IMG-20260511-WA0056_copy_233x350
  • PERISTIWA

VIRAL Lagi…!!!, 200 Siswa 12 Sekolah TK-SMP Tembok Dukuh Surabaya Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis

Redaksi Teropong Indonesia News Mei 11, 2026
IMG-20260511-WA0060_copy_1453x652
  • BREAKING NEWS

Kuasa Hukum Tegaskan Hak Pemohon Belum Terjawab, Putusan Praperadilan As Jadi Sorotan Publik

Redaksi Teropong Indonesia News Mei 11, 2026
IMG-20260511-WA0054_copy_640x640
  • BREAKING NEWS

Kasus Suro Di Aniaya WNA Memanas, Ratusan Wartawan Kepung Polres Banyuwangi Sebab Kasus Berat Di Ubah Jadi TIPIRING

Redaksi Teropong Indonesia News Mei 11, 2026
  • Susunan Direksi PT Teropong Multi Media dan Susunan Redaksi Media Teropong Indonesia News
  • PHONE PEMIMPIN REDAKSI
  • BREAKING NEWS
  • KEPOLISIAN
  • Daerah
  • Ragam Peristiwa
  • Pemerintah
  • TNI
    • Desa
  • Edisi Spesial
PEMIMPIN REDAKSI - WAHYU - 082323884880 | MoreNews by AF themes.