
Teropong Indonesia News
SIDOARJO – Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Polresta Sidoarjo menggelar kegiatan sosialisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Himbara yang ditujukan khusus bagi kelompok tani binaan, Selasa (26/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Satlantas Polresta Sidoarjo ini bertujuan memperluas akses permodalan guna mendorong produktivitas dan ketahanan pangan daerah.

Acara dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polresta Sidoarjo, AKP Radyati Putri Pradini, dan dihadiri Kasubbagbinkar Bag SDM, Kanit Binmas jajaran Polresta Sidoarjo, serta perwakilan dari Bank BRI, Bank Mandiri, dan Bank BNI. Para peserta utama yang hadir merupakan anggota kelompok tani binaan yang menjadi mitra pembinaan kepolisian.

Dalam pemaparan materi, dijelaskan bahwa pemerintah memberikan kemudahan dan fasilitas berupa subsidi bunga khusus untuk skema Kredit Super Mikro sebesar 3 persen per tahun. Fasilitas ini diberikan dengan ketentuan plafon pinjaman mencapai Rp10 juta per hektare lahan, dengan batas maksimal pengajuan hingga dua hektare untuk setiap peminjam.

Program ini ditawarkan sebagai solusi bagi para petani yang menghadapi kendala permodalan, agar usaha pertanian dapat terus berjalan, berkembang, dan mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan.
Selain akses permodalan, pihak perbankan juga menyampaikan informasi penting terkait perlindungan tenaga kerja. Berdasarkan surat edaran Bupati Sidoarjo, setiap peminjam KUR diimbau sekaligus terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini bertujuan agar para petani mendapatkan jaminan perlindungan sosial dan keamanan kerja saat menjalankan kegiatan usahanya.
AKP Radyati Putri Pradini dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pertanian.
“Melalui sosialisasi KUR Himbara ini, kami berharap kelompok tani binaan Polresta Sidoarjo dapat memahami kemudahan akses pembiayaan yang telah disediakan pemerintah. Dengan adanya dukungan modal usaha, diharapkan para petani semakin produktif dan mampu meningkatkan hasil pertanian demi mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan,” ujar AKP Radyati Putri Pradini.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sinergi antara Polresta Sidoarjo, pihak perbankan, dan para pemangku kepentingan lainnya akan terus diperkuat. Tujuannya agar masyarakat, khususnya pelaku usaha tani, dapat memanfaatkan berbagai program dan kebijakan pemerintah secara maksimal demi kemajuan ekonomi desa dan kesejahteraan petani.
RED








