
Teropongindonesianews.com
SITUBONDO – Niat hati ingin mendapatkan bantuan sosial (bansos), Hj. Soleha, seorang lansia warga Dusun Tanjung Sari Timur, Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, justru menjadi korban penipuan. Kalung emas seberat 10 gram miliknya raib digondol orang tak dikenal yang menyamar sebagai penyalur bantuan, Sabtu (6/6/2026).
Peristiwa ini bermula saat korban sedang duduk santai di halaman rumahnya bersama seorang tetangga bernama Tolak. Seorang pria tak dikenal tiba-tiba datang dan membuka percakapan mengenai program bantuan sembako.
Dalam melancarkan aksinya, pelaku menggunakan taktik manipulasi yang sangat persuasif. Ia menyoroti kalung emas yang dikenakan korban dan memberikan argumen bahwa agar layak menerima bantuan, korban tidak boleh terlihat menggunakan perhiasan mencolok.
“Pelaku meyakinkan korban untuk melepas kalung emasnya dengan dalih agar terlihat sebagai warga kurang mampu yang berhak menerima bantuan. Korban yang tidak menaruh curiga akhirnya menuruti permintaan tersebut,” ujar salah satu warga di lokasi.
Tidak sampai di situ, pelaku kemudian meminta korban dan saksi untuk masuk ke dalam rumah guna mengambil dokumen persyaratan seperti Kartu Keluarga (KK) dan KTP. Saat perhatian kedua korban teralihkan, pelaku dengan cepat melarikan diri membawa kalung emas yang sempat diletakkan di halaman.
Warga sempat berupaya melakukan pengejaran setelah menyadari kejadian tersebut. Namun, proses pencarian sempat terkendala oleh simpang siur informasi mengenai ciri-ciri pelaku dan kendaraan yang digunakan.

Awalnya, saksi menyebut pelaku mengendarai motor Yamaha NMAX hitam dengan pakaian serba hitam, yang kemudian berubah keterangannya menjadi baju berwarna merah muda (pink). Ketidaksesuaian ini membuat upaya pengejaran hingga ke wilayah Panji tidak membuahkan hasil.
Titik terang muncul setelah warga memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi. Terungkap bahwa kendaraan yang digunakan pelaku bukanlah berwarna hitam, melainkan berwarna putih. Fakta ini kini menjadi bukti kunci bagi pihak kepolisian.
Kepala Dusun Tanjung Sari Timur membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa kasus ini telah meresahkan warga. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak asing yang mengatasnamakan bantuan sosial tanpa menunjukkan identitas atau surat tugas resmi.
“Warga harus lebih waspada. Jangan mudah menyerahkan barang berharga atau memberikan data diri kepada orang yang tidak dikenal,” imbaunya.
Saat ini, Tim Buser Polres Situbondo telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi serta rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku. Aparat juga tengah mendalami kemungkinan adanya korban lain dengan modus operandi serupa di wilayah Situbondo.
Kasus yang menimpa Hajja Soleha menjadi pengingat keras bagi masyarakat luas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan berbasis rekayasa sosial (social engineering) yang kini semakin marak memanfaatkan harapan masyarakat terhadap program bantuan pemerintah.
BiroTIN/STB







