
Teropong Indonesia News
SIDOARJO – Masa jabatan Dwi Hary Soeryadi sebagai Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo periode 2021–2026 resmi berakhir pada 14 Juni 2026. Menandai berakhirnya masa pengabdian tersebut, Dwi Hary menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo atas kepercayaan yang diberikan selama lima tahun terakhir untuk memimpin perusahaan daerah penyedia layanan air bersih tersebut.
Dwi Hary mengungkapkan bahwa amanah yang diterimanya pada tahun 2021 merupakan hasil proses seleksi yang berlangsung secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dijalankan secara transparan tanpa adanya intervensi maupun praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip tata kelola yang baik.
“Pesan yang saya terima saat itu sederhana, yakni melakukan pembenahan Perumda Delta Tirta agar menjadi perusahaan yang lebih baik, profesional, dan mampu memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat,” ujarnya.
Sejak awal masa kepemimpinannya, berbagai langkah transformasi langsung dilakukan. Salah satu perubahan mendasar adalah modernisasi sistem keuangan perusahaan dari pola manual menuju sistem digital dan paperless guna meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta akuntabilitas pengelolaan keuangan.
Transformasi tersebut berdampak signifikan terhadap kinerja perusahaan. Laba perusahaan yang sebelumnya tercatat sekitar Rp15 miliar meningkat menjadi Rp28,5 miliar pada tahun kedua kepemimpinan Dwi Hary, sekaligus menjadi capaian tertinggi dalam sejarah perusahaan saat itu. Tren positif tersebut berlanjut dengan perolehan laba Rp43 miliar pada tahun berikutnya dan meningkat kembali menjadi Rp46 miliar pada tahun keempat.
Peningkatan kinerja tersebut juga berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sidoarjo. Pada tahun 2025, Perumda Delta Tirta berhasil menyetorkan kontribusi PAD sekitar Rp18 miliar, yang menjadi kontribusi tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Dalam aspek tata kelola perusahaan, berbagai pencapaian strategis juga berhasil diraih. Pada tahun 2023, Perumda Delta Tirta memperoleh Sertifikasi ISO 9001 Sistem Manajemen Mutu. Setahun kemudian perusahaan berhasil meraih Sertifikat Halal, dan pada tahun 2025 memperoleh Sertifikasi ISO Sistem Manajemen Anti Penyuapan sebagai bentuk komitmen terhadap pengelolaan perusahaan yang transparan, bersih, dan berintegritas.
Sejumlah penghargaan turut melengkapi capaian tersebut. Dwi Hary Soeryadi menerima penghargaan Person of the Year serta dinobatkan sebagai Direktur Utama kategori Golden Bintang Lima selama dua tahun berturut-turut, yakni pada tahun 2025 dan 2026.
Di bidang operasional, Perumda Delta Tirta berhasil memenuhi target penyerapan air dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan melalui skema Take or Pay tanpa menyisakan kewajiban pembayaran kepada pihak penyedia. Program tersebut sekaligus meningkatkan kualitas layanan air bersih yang diterima pelanggan.
Selain itu, perusahaan juga memperluas kerja sama strategis dengan investor dalam pembangunan jaringan pipa distribusi dan pengembangan Instalasi Pengolahan Air (IPA). Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menjaga ketahanan pasokan air bersih bagi masyarakat Sidoarjo sekaligus mengantisipasi potensi krisis air di masa depan.
Upaya peningkatan efisiensi operasional juga diwujudkan melalui penerapan teknologi SCADA untuk menekan Tingkat Kehilangan Air (TKA). Hasilnya, tingkat kehilangan air yang sebelumnya mencapai sekitar 41 persen berhasil ditekan hingga di bawah satu persen pada wilayah yang menjadi lokasi implementasi program.
Sepanjang masa kepemimpinannya, Perumda Delta Tirta juga secara konsisten memperoleh predikat Baik dan Sehat berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Perusahaan juga berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta memenuhi prinsip Full Cost Recovery (FCR) dalam pengelolaan keuangannya.
Tidak hanya itu, penyelesaian sejumlah persoalan masa lalu juga mulai dilakukan, termasuk penanganan kewajiban yang berasal dari tahun 2015 melalui koordinasi dan kerja sama dengan institusi hukum terkait. Dari sisi pengembangan sumber daya manusia, perusahaan juga melakukan pengangkatan 130 karyawan kontrak menjadi karyawan tetap pada tahun 2024.
Menjelang proses penetapan direksi definitif yang baru, Dwi Hary berharap mekanisme seleksi tetap mengedepankan profesionalisme, transparansi, dan integritas agar mampu melahirkan pemimpin yang kompeten dan mampu membawa perusahaan semakin maju.
“Capaian yang telah diraih selama lima tahun terakhir hendaknya dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Saya berharap Perumda Delta Tirta terus berkembang menjadi perusahaan yang sehat, profesional, dan semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Sidoarjo,” pungkasnya. Red







