
Teropong Indonesia News
SIDOARJO – Proses penentuan jajaran direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Delta Tirta Sidoarjo kembali menjadi perhatian publik. Organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Jawa Timur mendorong agar rekrutmen pimpinan perusahaan daerah tersebut dilakukan secara profesional, transparan, dan mengutamakan kompetensi internal yang telah berpengalaman di lingkungan PDAM.
Kepala Bidang Ekonomi DPD GRIB Jaya Jawa Timur, Slamet Joko Anggoro, menilai posisi direksi pada badan usaha milik daerah yang bergerak di sektor pelayanan air bersih harus bebas dari kepentingan politik maupun praktik nepotisme. Menurutnya, sistem kaderisasi atau talent pool perlu diterapkan sebagai mekanisme untuk melahirkan pemimpin yang memahami kondisi perusahaan secara menyeluruh.
“Sudah saatnya proses rekrutmen direksi dilakukan berdasarkan kompetensi, rekam jejak, dan pengalaman kerja yang terukur. Bukan karena kedekatan politik ataupun kepentingan kelompok tertentu,” ujar Slamet Joko Anggoro, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, calon direktur yang berasal dari internal perusahaan memiliki keunggulan karena telah memahami berbagai persoalan teknis dan manajerial yang dihadapi PDAM Delta Tirta. Mulai dari kondisi jaringan distribusi air, potensi kebocoran pipa, kualitas sumber air baku, hingga karakteristik sumber daya manusia di lingkungan perusahaan.
GRIB Jaya Jatim juga mengusulkan tiga kriteria utama bagi calon Direktur Utama PDAM Delta Tirta, yakni putra daerah, memiliki masa pengabdian minimal 20 tahun di lingkungan perusahaan, serta menguasai aspek teknis dan manajemen secara mendalam.
Slamet menegaskan bahwa pemimpin yang tumbuh melalui jenjang karier dari bawah dinilai memiliki rasa memiliki yang kuat terhadap perusahaan. Dengan pengalaman yang panjang, mereka dianggap lebih memahami kebutuhan pelanggan sekaligus mampu menjaga kesehatan keuangan perusahaan tanpa mengabaikan fungsi pelayanan publik.
“Pemimpin yang berangkat dari internal biasanya memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap keberlangsungan perusahaan. Mereka memahami kebutuhan masyarakat sebagai pelanggan dan mengetahui langkah-langkah yang harus diambil untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa PDAM Delta Tirta merupakan perusahaan yang memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, orientasi pelayanan publik harus menjadi prioritas utama dibanding kepentingan lain yang berpotensi merugikan warga.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, tata kelola PDAM harus sehat, profesional, dan berorientasi pada pelayanan. Jangan sampai perusahaan daerah ini hanya menjadi alat kepentingan segelintir pihak. Tujuan utamanya adalah memastikan masyarakat mendapatkan layanan air bersih yang berkualitas dengan tarif yang terjangkau,” tegasnya.
GRIB Jaya Jatim berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dapat menjalankan proses seleksi direksi PDAM Delta Tirta secara objektif dan akuntabel, sehingga mampu melahirkan pemimpin yang berintegritas, kompeten, dan benar-benar memahami kebutuhan perusahaan serta masyarakat yang dilayani. Red







