
Teropongindonesianews.com
BONDOWOSO – Proyek rehabilitasi jaringan jalan ruas Ramban Wetan – Plalangan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Bondowoso, disorot tajam. Proyek pengaspalan hotmix yang dikelola Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi ini diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis.
Temuan itu disampaikan Tim Aktivis LSM Teropong setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Rabu,15/07/2026
Berdasarkan hasil pengukuran acak di lapangan, Tim Teropong menemukan ketebalan aspal hotmix hanya sekitar 2,5 cm.
“Saat kami lakukan pengecekan di beberapa titik, ketebalan aspal diduga dikurangi. Angka 2,5 cm ini jauh dari petunjuk teknis yang seharusnya,” ujar Dicky, perwakilan Tim Aktivis LSM Teropong.
Menurut data yang dihimpun, proyek yang menelan anggaran ratusan juta rupiah itu bersumber dari Dana Bagi Hasil Provinsi dan dikerjakan oleh kontraktor CV. ILAISYA JAYA.
Lemahnya kualitas pekerjaan diduga akibat minimnya fungsi pengawasan, baik dari internal Dinas BSBK Bondowoso maupun konsultan pengawas yang ditunjuk.

Dari analisa awal terkait penyusutan volume ketebalan aspal, LSM Teropong menaksir potensi kerugian negara pada proyek ini mencapai minimal Rp46.424.300.
Dicky menegaskan pengawasan masyarakat terhadap proyek yang dibiayai negara adalah hal mutlak.
“Siapa pun berhak dan wajib mengawasi proyek negara. Peran serta masyarakat diperlukan agar proyek publik berjalan berkualitas dan tidak dijadikan ajang bancakan oleh oknum tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Tim LSM Teropong mendesak Dinas BSBK Kabupaten Bondowoso segera memanggil pihak rekanan, CV. ILAISYA JAYA, untuk mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan di lapangan.
Jika terbukti ada manipulasi spesifikasi, warga meminta Aparat Penegak Hukum tidak tinggal diam demi menyelamatkan aset dan uang rakyat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas BSBK dan kontraktor pelaksana belum memberikan keterangan resmi.
Red







