
Teropong Indonesia News
SUMENEP – Di tengah ketatnya persaingan kreator konten di berbagai platform media sosial, Arrijal Faiz bersama Moh. Heriawan yang akrab disapa Bubub memilih pendekatan berbeda dalam membangun eksistensi digital. Melalui akun TikTok @papibubub.daily, keduanya lebih mengedepankan hiburan, interaksi, dan kedekatan dengan audiens dibanding sekadar memasarkan produk, Rabu, (22/07/2026).
Akun tersebut pada awalnya dibuat sebagai media untuk memperkenalkan usaha mereka, AF Store Sumenep. Namun, seiring berjalannya waktu, Arrijal Faiz dan Bubub mengubah strategi dengan menerapkan konsep soft selling, yakni menyisipkan promosi secara alami melalui konten-konten yang menghibur.
Beragam konten seperti komedi, vlog aktivitas sehari-hari, tantangan (challenge), tarian (dance), hingga cuplikan momen menarik dari sesi siaran langsung menjadi sajian utama yang rutin mereka hadirkan. Pendekatan tersebut mendapat respons positif dari warganet.
Berkat konsistensi dalam menghadirkan konten yang ringan dan dekat dengan kehidupan masyarakat, akun @papibubub.daily berkembang secara organik. Sejumlah video yang diunggah bahkan mampu meraih ratusan ribu hingga jutaan penayangan tanpa mengandalkan promosi berbayar.
Selain aktif memproduksi video pendek, keduanya juga rutin melakukan siaran langsung di TikTok. Konsep live yang santai, penuh humor, dan interaktif membuat ribuan pengguna betah mengikuti setiap sesi, sekaligus melahirkan komunitas digital yang aktif dan loyal.
Kepercayaan audiens yang terus tumbuh turut membuka peluang kolaborasi dengan berbagai merek maupun pelaku UMKM. Arrijal Faiz dan Bubub kini dipercaya sebagai mitra promosi dan endorsement karena dinilai mampu menyampaikan pesan produk secara natural tanpa menghilangkan unsur hiburan.
Bubub mengungkapkan, sejak awal dirinya bersama Arrijal Faiz memiliki visi agar media sosial tidak hanya menjadi etalase jualan, melainkan ruang yang mampu menghadirkan hiburan sekaligus membangun hubungan yang erat dengan para pengikut.
“Kami ingin orang datang ke live atau melihat konten kami karena merasa terhibur, bukan karena dipaksa melihat iklan. Kalau mereka sudah nyaman dan percaya, promosi produk akan terasa lebih natural. Itu yang kami pegang sampai sekarang,” ujar Bubub.
Menurutnya, kepercayaan merupakan modal utama yang harus dijaga. Karena itu, setiap konten selalu dikemas dengan sederhana, menghibur, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari sehingga mampu menciptakan kedekatan emosional dengan audiens.
“Bagi kami, jumlah pengikut bukan tujuan utama. Yang lebih penting adalah membangun komunitas yang solid. Ketika hubungan itu terjalin dengan baik, manfaatnya bisa dirasakan bersama, termasuk membantu UMKM lokal agar semakin dikenal masyarakat,” katanya.
Ke depan, Arrijal Faiz dan Bubub berkomitmen terus menghadirkan konten yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai positif bagi masyarakat. Mereka berharap media sosial dapat menjadi ruang untuk berbagi inspirasi, mendukung promosi usaha lokal, serta memperkuat ikatan dengan komunitas yang telah mereka bangun.
Kisah perjalanan @papibubub.daily menjadi bukti bahwa keberhasilan di media sosial tidak selalu ditentukan oleh promosi yang agresif. Dengan konsistensi, kreativitas, dan komunikasi yang hangat, komunitas digital yang kuat dapat tumbuh secara alami sekaligus memberikan manfaat bagi banyak pihak.
Rudi








