
Teropongindonesuanews.com
PALEMBANG – Keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Selatan berduka. Anggota sekaligus pengurus PWI Sumsel, Amhar Yusaimi atau akrab disapa Amhar Black, meninggal dunia pada Kamis [30/7/2026] dalam usia 63 tahun.
Almarhum mengembuskan napas terakhir dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan sesama wartawan, serta seluruh insan pers di Sumatera Selatan.
Semasa hidupnya, Amhar Yusaimi dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi terhadap organisasi PWI Sumsel. Ia aktif di dunia jurnalistik, organisasi kewartawanan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Di tengah masyarakat, almarhum dipercaya menjabat Ketua Umum Kerukunan Keluarga Marga Danau. Melalui organisasi tersebut, ia berperan mempererat tali silaturahmi dan kekeluargaan.
Bagi rekan-rekan yang mengenalnya, Amhar Yusaimi adalah pribadi sederhana, humoris, dan mudah bergaul. Sikapnya yang terbuka membuat almarhum dekat dengan berbagai kalangan.
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka Jalan Panca Usaha, belakang SMP Negeri 44, Mantri Terusan Ujung RT 46, Kelurahan Seberang Ulu I, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang.
Jenazah kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Kebun Bunga Palembang pada Jumat [31/7/2026] sekitar pukul 14.00 WIB.
Mewakili keluarga, disampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian, belasungkawa, dan doa untuk almarhum.
Keluarga juga memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan Amhar Yusaimi selama hidup, baik dalam bermasyarakat maupun dalam menjalankan tugas pekerjaan dan organisasi.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan ucapan duka cita dari banyak pihak. Kami memohon agar segala kesalahan almarhum selama hidup dapat dimaafkan. Mohon doa agar seluruh amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT,” ujar pihak keluarga.
Ketua PWI Sumatera Selatan Kurnaidi, S.T., menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya almarhum.
“Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ungkap Kurnaidi.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya istri dan 4 orang putra-putri almarhum, semoga diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan.
Kepergian Amhar Yusaimi menjadi kehilangan besar bagi keluarga, organisasi, dan insan pers di Sumatera Selatan.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un_
Ir/Sumsel






