Teropongindonesianews.com
SITUBONDO — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cakra DPC Situbondo melayangkan sorotan tajam terhadap pengolahan limbah debu ampas tolato milik Pabrik Gula (PG) Asembagus. Polusi debu yang menyebar ke pemukiman sekitar dinilai sudah berada pada taraf memprihatinkan dan mengancam keselamatan serta kesehatan masyarakat setempat.
Ketua LBH Cakra DPC Situbondo Nofika Syaiful Rahman (Opek) menegaskan bahwa aktivitas produksi pabrik seharusnya tidak mengorbankan hak dasar warga untuk menghirup udara bersih dan hidup di lingkungan yang sehat. Paparan debu ampas tolato yang berlangsung secara terus-menerus berdampak langsung pada beberapa sektor vital:
● Ancaman Serius Kesehatan (ISPA): Hirupan debu secara konstan memicu gangguan pernapasan akut, mulai dari batuk berkepanjangan, sesak napas, hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
● Kerentanan Kelompok Berisiko: Anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit paru-paru menjadi korban paling terdampak dengan penurunan kondisi kesehatan yang signifikan.
● Degradasi Kualitas Lingkungan: Partikel debu yang hinggap di pemukiman mengotori rumah warga, menurunkan hygiene lingkungan, dan mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
LBH Cakra DPC Situbondo mendesak pihak manajemen PG Asembagus untuk segera mengambil langkah konkret dan bertanggung jawab dalam meminimalisir sebaran debu tersebut. LBH Cakra juga meminta instansi pemerintah dan dinas terkait untuk turun tangan melakukan evaluasi serta pengawasan ketat terhadap pengelolaan limbah pabrik.
“Kesejahteraan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Penanganan limbah ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi teknis yang jelas.
Opek juga menjelaskan bahwa pimpinan tertinggi seperi Generial menejer (GM) harus memundurkan diri karena gagal melakukan menejemmen perusahaan, tidak hanya itu satuan keamanan kakam)pabrik gula juga harus mundur karena tidak bisa menciptakan suasana kondusip. Iya hanya mengedepankan provit tampa memikirkan kesehatan masyarakat sekitar pabrik gula asembagus, tegas opek.
BiroTIN/STB

