Teropongindonesianews.com
Lampung Tengah— Menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Berapi Anak Krakatau yang berpotensi menghasilkan hujan Debu (Abu) Vulkanik yang terbawa oleh angin yang mengakibatkan tercemarnya kualitas udara di sejumlah wilayah Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Lampung sejak hari kemarin, yang dapat mengganggu aktifitas dan kesehatan masyarakat, khususnya bagi mereka yang memiliki permasalahan pada pernapasan.
Camat Andri Yulizar, S.E., M.H., bersama Kepala UPTD Puskesmas Bandar Agung H. Ns. Yunus, S.Ke., serta Forkopincam Terusan Nunyai, kabupaten Lampung Tengah lainya, menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan abu vulkanik pasca erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Kami selaku Pemerintah dan Forkopincam Terusan Nunyai menghimbau, khususnya kepada masyarakat kecamatan Terusan Nunyai, untuk tetap tenang dan tidak panik, namun tetap terus meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti perkembangan informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau,” himbau Camat Andri Yulizar, S.E., M.H. Minggu, (06/09/2026)
Lebih lanjut, Camat Terusan Nunyai tersebut berharap, “Mudah-mudahan fenomena alam hujan abu vulkanik akibat meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau ini dapat segera berakhir dan tidak berkepanjangan, sehingganya semua aktivitas dapat berjalan normal kembali seperti biasanya,” harap Camat Andri Yulizar, S.E., M.H.
Sementara, untuk mengantisipasi dampaknya pada kesehatan masyarakat, akibat hujan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Selalu Kepala UPTD Puskesmas Bandar Agung (Kapuskes) H. Ns. Yunus, S.Kep., meminta dan menghimbau kepada masyarakat agar melakukan langkah-langkah mitigasi untuk melindungi diri, keluarga dan lingkungan sekitar dari dampak hujan abu vulkanik Gunung Berapi Anak Krakatau, dengan 8 (Delapan) langkah-langkah mitigasi sebagai berikut;
1. Gunakan masker, topi atau tutup kepala saat beraktivitas di luar rumah untuk mencegah abu masuk ke saluran pernafasan dan ke rambut.
2. Tutup rumah dan sirkulasi udara dengan menggunakan kain basah dibagian yang memungkinkan masuknya abu serta jaga sirkulasi udara tetap baik dengan filter sederhana.
3. Hindari aktivitas diluar rumah/ruangan: Jika terpaksa harus keluar, gunakan masker, kacamata dan baju lengan panjang.
4. Bersihkan rumah dari abu yang menempel di lantai, atap, perabotan dan kendaraan dengan disapu basah: Jangan menyapu kering agar abu tidak berterbangan.
5. Lindungi sumber air dan makanan dengan cara menutup rapat penampungan air bersih serta hindari mengkonsumsi makan dan minum yang terpapar abu: Cuci bersih sayuran dan buah sebelum dikonsumsi.
6. Jaga kesehatan diri dan keluarga. Perbanyak minum air putih, konsumsi makanan bergizi serta istirahat yang cukup: Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala batuk, pilek, sesak napas, iritasi mata dan kulit.
7. Periksa dan bersihkan kendaraan dari abu yang menempel, terutama pada kaca, filter udara dan saluran mesin agar tidak merusak kendaraan.
8. Ikuti Informasi Resmi: Pantau terus informasi dan perkembangan status Gunung Berapi Anak Krakatau melalui media resmi dari Puskesmas, BPBD, BMKG dan Instansi terkait lainya.
“Jaga diri, jaga keluarga dan jaga lingkungan dari dampak hujan abu vulkanik yang disebabkan meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Berapi Anak Krakatau,” papar dan himbau Kapuskes Bandar Agung H. Ns. Yunus, S.Kep.
Untuk hari besok Senin, 06 Agustus 2026, imbuh Kapuskes Bandar Agung tersebut mengungkapkan, “Kita dari pihak kesehatan Puskesmas Bandar Agung, bersama pihak kecamatan dan Forkopincam Terusan Nunyai lainya, rencananya akan mengadakan giat membagikan masker gratis kepada masyarakat, di lingkungan pasar Bandar Agung dan sekitarnya,” ungkapnya.
Pewarta: Nizar

