Teropongindonesianews.com
Lampung Tengah – Kejadian fatal, sebanyak 31 siswa dari Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 dan Negeri 2 Gunung Agung, kecamatan Terusan Nunyai, diĀ”duga menjadi korban keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang di sajikan dan di supply oleh dapur SPPG Gunung Agung, kecamatan setempat, kabupaten Lampung Tengah dibawah Yayasan Panata Alam Bersama.
Berdasarkan informasi yang di dapat oleh pihak Media, kronologi kejadian yang terjadi pada hari kamis, 24 September 2026 sekira pukul 09:00 WIB ini.
Dimana para siswa siswi mengalami mual-mual, muntah dan pusing setelah mereka menyantap menu MBG berupa Nasi putih, Bakso Goreng balado/kecap, Acar matang, Susu Fullcream dan Semangka.
Kemudian, para guru menghubungi pihak sppg untuk mengkonfirmasi keadaan tersebut, dan selanjutnya untuk mendapatkan pertolongan pertama para siswa siswinya dilarikan ke Puskesmas Bandar Agung, kecamatan Terusan Nunyai.
Sejauh ini, setelah mendapatkan penanganan dan perawatan oleh pihak Puskesmas Bandar Agung, sebagian besar siswa disebut telah pulih dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
āDari jumlah 31 murid yang kita terima yang merupakan siswa siswi kelas 2 hingga kelas 6, SDN 1 dan SDN 2 Gunung Agung tersebut merupakan data korban sementara yang telah terdeteksi hingga saat ini,ā ujar Kepala UPTD Puskesmas (Kapuskes) Bandar Agung H. Ns. Yunus, S.Kep., saat di konfirmasi terkait kejadian tersebut.

Dari hasil penanganan yang dilakukan oleh pihak Kesehatan Puskesmas Bandar Agung, lanjutnya mengungkapkan, ā22 anak mengalami gejala ringan yang lakukan rawat jalan dan 3 anak gejala sedang dilakukan rawat inap di Puskesmas. Sementara terdapat 4 anak mengalami gejala sedang/berat yang kemudian kita rujuk RS. YMC Yukum Jaya, Terbanggi Besar Lampung Tengah,ā ungkap Kapuskes Bandar Agung tersebut.
Lebih lanjut, ia juga menambahkan, untuk dugaan sementara keracunan tersebut disebabkan oleh Susu Fullcream, namun untuk kepastian penyebabnya masih menunggu dari hasil penelitian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang nantinya akan dilaporkan secara berkala.
Dan dari data terbaru terdapat 2 anak/siswa yang baru saja datang ke UGD Puskesmas dan sedang dalam Observasi (Pemantauan).
āSelain melakukan penanganan perawatan terhadap kondisi para korban, kita juga melakukan pengamanan terhadap sampel makanan, susu dan muntahan pasien sudah diamankan dan tersimpan di Puskesmas Bandar Agung untuk dikirim ke BPOM,ā terang H. Ns. Yunus, S.Kep.
Nizar

