Teropong Indonesia News
JEMBER – Tepat pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis 1 Oktober 2026, ribuan anggota MADAS SEDARAH beserta warga sekitar Pasar Tanjung, Jember, melaksanakan aksi penyampaian aspirasi secara damai dan tertib. Bersatu dalam semangat persatuan, mereka menuntut pemulihan ketertiban dan kenyamanan di Jalan Samanhudi kawasan yang selama ini terjebak kemacetan akibat penumpukan pedagang kendaraan pengangkut hasil bumi.

Akar Masalahnya yaitu Jalan Raya Berubah Menjadi Pasar Tempatan, Sepanjang Jalan Samanhudi yang dikenal warga sebagai Kampung Tempean kini berubah fungsi, Kendaraan Pick – Up pengangkut sayuran basah parkir berderet, muatan melimpah hingga menutup badan jalan. Akibatnya sangat banyak, Arus lalu lintas tersendat setiap saat, Warga sekitar kesulitan beraktivitas, Ketertiban kawasan terganggu jauh dari kondisi semula.

Warga telah lama menanti perbaikan, Aksi ini bukan untuk menolak rezeki pedagang, melainkan meminta keseimbangan agar perdagangan tetap berjalan, namun jalan tetap berfungsi sebagai jalan.

Aksi berjalan tenang dan teratur di mulai dari pukul 08.00 WIB Berkumpul di kawasan Pasar Tanjung, didukung lebih dari 23 Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) se-Kabupaten Jember serta warga sekitar, kemudian pada pukul 10.00 WIB Bergerak tertib ke Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jember untuk menyampaikan aspirasi dan pada 11.30 wib Melanjutkan ke Kantor Bupati Jember dengan maksud untuk bertemu pimpinan daerah.

Di lingkungan Pemkab Jember, Perwakilan MADAS SEDARAH diterima langsung oleh Bupati Jember serta Ketua DPRD Kabupaten Jember, H. Halim dari Fraksi Gerindra. Dialog berjalan terbuka, saling mendengarkan tanpa ketegangan.
Hasil pertemuan menggembirakan bagi seluruh pihak yaitu :
– Pemerintah Kabupaten Jember menyatakan akan mengembalikan kondisi kawasan Jalan Samanhudi seperti sedia kala, tertib, lancar, dan kondusif
– Penataan dilakukan agar pedagang tetap mendapat tempat yang layak tanpa mengorbankan hak pengguna jalan
Aksi diakhiri pukul 12.30 siang dengan suasana damai dan penuh harapan.
“Kami tidak menolak saudara-saudara kami yang berdagang. Kami hanya meminta tempatnya diatur. Jalan adalah hak semua orang, dan keseimbangan itulah yang kami perjuangkan,” ujar perwakilan MADAS SEDARAH.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar peringatan, hari ini mereka membuktikan bahwa persatuan, musyawarah, dan kesabaran tetap menjadi jalan terbaik. Rakyat bersuara, pemerintah mendengar, dan solusi ditemukan bersama.
“Bukan dengan keributan kita membuktikan kekuatan, melainkan dengan kesabaran, ketertiban, dan kemauan duduk bersama. Itulah kebanggaan kita sebagai bangsa yang beradab.” Tegas salah satu Pengurus Utama Madas Jember.
Sampai berita ini di unggah, Teropong Indonesia News akan terus memantau pelaksanaan kesepakatan ini hingga terwujud nyata di lapangan.
ALI – KABIRO

