VIDEOTRON RAKYAT DIpertanyakan, PROYEK PENCITRAAN ATAU KEBUTUHAN NYATA…?
Teropong Indonesia News
SAROLANGUN JAMBI -Pengelolaan aset daerah Kabupaten Sarolangun dinilai amburadul dan tak terpercaya. Di tengah banyaknya kebutuhan mendesak warga, pemasangan videotron raksasa di kawasan Lapangan Laman Basamo justru memicu gelombang pertanyaan tajam. Uang rakyat dipakai, tapi transparansinya di mana?
Bupati Sarolangun, Cek Endra, pada saat itu meresmikan perangkat tersebut Jumat (28/9/2018). Disebutnya videotron pertama di ibu kota kabupaten itu menjadi pelengkap fasilitas umum. Namun publik bertanya: apakah ini prioritas utama saat ini?
Videotron berteknologi LED itu memang mampu menayangkan video, teks, dan gambar bergerak. Namun di balik kilau layarnya, muncul keraguan mendalam: berapa biaya sesungguhnya yang dikeluarkan? Dari pos anggaran mana? Siapa penyedianya? Dan siapa yang bertanggung jawab menjaganya bertahun-tahun ke depan? Hingga kini tak ada jawaban terbuka.
“Kita meresmikan videotron pertama ini sebagai kelengkapan fasilitas di Laman Basamo,” ujar Cek Endra saat peresmian.
Bupati menyebutkan sarana itu akan dipakai untuk menyebarkan informasi pemerintah, promosi produk daerah, hingga acara nonton bareng film dan pertandingan olahraga. “Masyarakat bisa bersantai, berolahraga, sekaligus mendapat informasi penting. Bisa nonton bola, balap, promosi usaha lokal — banyak manfaatnya,” katanya.
Ia juga meminta warga ikut menjaga fasilitas tersebut. “Sarana olahraga sudah memadai, manfaatkanlah dengan baik,” pesannya.
Namun janji manis tak cukup jadi jaminan. Warga dan pemerhati masalah keuangan daerah menegaskan:
– Tidak ada rincian biaya pengadaan yang dipublikasikan
– Belum ada aturan pengelolaan, tarif, maupun jadwal tayang yang jelas
– Belum ada jaminan anggaran pemeliharaan jangka panjang — jangan sampai rusak dan terbengkalai
– Apakah pemasangan ini lewat proses tender yang bersih dan transparan?
Pengelolaan aset daerah yang buruk sudah menjadi catatan lama di Sarolangun. Kini videotron ini menjadi bukti nyata: aset mahal didahulukan, tapi pertanggungjawabannya diabaikan. Rakyat bukan sekadar butuh layar besar — rakyat butuh tata kelola yang jujur, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sekarang keberadaan Videotron di lapangan Basamo Sriwijaya raib entah kemana rimba nya.
Pemerintah Kabupaten Sarolangun wajib membuka semua data pengadaan, biaya, dan rencana pengelolaan videotron ini kepada publik tanpa ditunda lagi. Uang rakyat harus dijaga, bukan dipertaruhkan demi pencitraan sesaat. DARMAWAN.

