Sonny T. Danaparamita Tegaskan Tidak Ada Pungutan
Teropong Indonesia News
BONDOWOSO – Upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Bondowoso kembali mendapat dukungan. Sebanyak 36 kelompok tani (Poktan) menerima bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) gratis melalui jalur aspirasi Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Sebanyak 37 unit alat dan mesin pertanian disalurkan kepada kelompok tani penerima. Bantuan tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan lahan, penanaman, hingga penanganan hasil panen, sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap tenaga kerja manual.
Adapun bantuan Alsintan yang disalurkan terdiri dari empat unit traktor roda empat, 21 unit traktor roda dua, tujuh unit mesin perontok padi (power thresher), serta lima unit mesin tanam padi (rice transplanter).
Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap sektor pertanian, khususnya bagi petani di Bondowoso yang selama ini membutuhkan sarana mekanisasi untuk menunjang kegiatan usaha tani.

Sonny Tegaskan Bantuan Gratis, Tidak Boleh Ada Pungutan
Melalui jalur aspirasi Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita mendorong agar bantuan Alsintan benar-benar sampai kepada kelompok tani yang membutuhkan.
Penegasan mengenai tidak adanya pungutan menjadi hal penting dalam penyaluran bantuan tersebut. Artinya, kelompok tani penerima tidak seharusnya dibebani biaya atau pungutan yang mengatasnamakan proses pengadaan maupun penyaluran bantuan.
Prinsip bantuan gratis ini perlu menjadi perhatian semua pihak, mulai dari pelaksana program hingga kelompok tani penerima.
Transparansi dalam penyaluran bantuan juga menjadi bagian penting untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai tujuan dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi.
Mekanisasi Pertanian Diharapkan Tingkatkan Produktivitas
Keberadaan 37 unit Alsintan tersebut diharapkan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas pertanian masyarakat.
Traktor roda empat dan roda dua dapat membantu mempercepat pengolahan lahan. Sementara itu, mesin tanam padi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses penanaman, sedangkan mesin perontok padi membantu petani dalam proses pascapanen.
Dengan dukungan peralatan tersebut, kelompok tani diharapkan dapat mengelola kegiatan pertanian secara lebih efektif, menghemat waktu dan biaya operasional, serta meningkatkan hasil produksi.
Namun demikian, keberhasilan program bantuan tidak cukup hanya dilihat dari jumlah alat yang diserahkan. Yang lebih penting adalah bagaimana Alsintan tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh petani secara berkelanjutan.
Pengawasan dan Pemerataan Pemanfaatan Harus Diperhatikan
Penyaluran bantuan kepada 36 kelompok tani tentu menjadi langkah positif. Akan tetapi, pengawasan setelah bantuan diterima juga tidak boleh diabaikan.
Pemerintah daerah melalui instansi terkait perlu memastikan bahwa setiap unit Alsintan memiliki kejelasan pengelolaan, pemeliharaan, serta mekanisme pemanfaatan.
Jangan sampai bantuan yang seharusnya menjadi fasilitas bersama justru hanya dikuasai oleh segelintir orang atau kelompok tertentu.
Selain itu, diperlukan evaluasi berkala untuk mengetahui apakah bantuan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan produksi pertanian masyarakat.
Kelompok tani penerima juga diharapkan memiliki komitmen untuk menjaga dan merawat peralatan agar usia pakai Alsintan dapat berlangsung lebih lama.
Jangan Hanya Seremonial, Petani Menunggu Manfaat Nyata
Bantuan Alsintan melalui aspirasi wakil rakyat ini patut diapresiasi sebagai bentuk perhatian terhadap sektor pertanian di Kabupaten Bondowoso.
Namun, masyarakat tentu berharap program semacam ini tidak berhenti pada kegiatan penyerahan bantuan semata.
Petani membutuhkan keberlanjutan program, pendampingan teknis, kemudahan akses terhadap sarana produksi, serta pengawasan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Sebab, ukuran keberhasilan pembangunan pertanian bukan sekadar banyaknya alat yang dibagikan, melainkan sejauh mana bantuan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Jangan sampai Alsintan hanya menjadi pajangan di gudang kelompok tani. Bantuan harus bekerja di sawah, membantu petani, dan memberikan hasil nyata bagi ketahanan pangan daerah. (Agus)

