
Teropongindonesianews.com
Sumenep – Kejadian yang menimpa Niman, 63 Tahun warga Dusun Angsanah, RT 05 RW 06 Desa Beragung Kecamatan Guluk – Guluk Kabupaten Sumenep berujung dengan pelaporan ke Polsek Guluk – guluk tertanggal 17 Januari 2023 dengan Nomor Laporan LP/B/5/I/2023/SPKT/Polsek GulukGuluk/PolresSumenep/PoldaJatim.

Kejadian tersebut berawal pada tanggal 17 Januari 2023 sekitar Pukul 14.00 Wib dirinya dengan mengendarai sepeda Motor menuju Pasar Ganding, Namun sesampai di depan Toko ASg warga Dusun Angsanah juga tiba – tiba berteriak mengejek Niman, setelah di jawab, “Ada Apa Kow teriak – teriakĀ ?”, selanjutnya dengan cekatan ASg sudah berada di sisi kanan Niman dan menyuruh berhenti, kemudian setwlah sampai di jalan raya Ds. Penanggungan si Asg langsung memegang tangan Niman dan melayangkan pukulan ke wajahnya yang pada akhirnya Niman Jatuh dan merasa pusing.
Saat itu menurutnya, dirinya di tolong oleh Idris warga Dusun Duko Desa Ketawang Laok Kecamatan Guluk – Guluk Kabupaten Sumenep dan dirinya mengalami Luka lebam dahi bagian kiri, Bibir mengalami luka dalam dan kepala Mengalami sakit serta Pusing.
Dari kejadian tersebut dirinya langsung melaporkan pada Pihak Polsek Guluk-guluk dan mengharapkan penanganan secara serius dari Pihak Polsek Guluk-guluk, ternyata memang sudah di tangani dengan memanggil salah satu Saksi dan juga terlapor, Di cantumkan dalam SP2HP yang di kirimkan pada Niman tertanggal 2 Februari 2023, hanya tinggal satu panggilan oada satu saksi yang brrnama Idris.

Maksud Polsek dengan meminta keterangan satu saksi lagi bernama Idris ternyata tidak membuahkan hasik yang masksimal karena idris selaku saksi tidak pernah datang untuk memenuhi kewajibannya sebagai saksi dalam perkara Niman.
Niman meluapkan kekecewaannya dan menceritakan pada Awak Media TIN dan sangat di sayangkan atas pelayanan Polsek Guluk – guluk dengan tidak memanggil kembali Idris sebagai saksi, ” Mestinya khan di panggil terus sampai tiga kali trus langkahnya bagaimana, khan harus sesuai dengan Undang-undang yang berlaku”, Ujarnya kesal, di tambahkannya bagwa dirinya juga benar – benar sakit saat itu, bukan sekedar untuk menutup – nutupi, di katakan bahwa tindakan Pihak Polsek Guluk – guluk tidak serius dalam penanganan laporannya, bahkan terkesan melihat sebelah mata pada dirinya.
Di katakannya lagi bahwa dirinya juga sudah bersama Awak Media TIN ke Pihaj Propam Polres Sumenep dan akan segera menindak lanjuti ke pihak Polsek Guluk-guluk, ternyata juga tidak ada hasilnya.
Sampai berita ini di tulis, dirinya tetap merasa kecewa terhadap langkah pihak kepolisian Sektor Guluk-guluk karena panggilan tidak segera di layangkan dan dirinya merasa bahwa sebagai masyarakat kecil merasa di permainkan. Sawin






