
Teropongindonesianews.com
Nangaroro, NAGEKEO – Salah satu kegiatan yang menjadi incaran para siswa kelas sembilan SMP adalah kegiatan ret- ret. Kegiatan rohani katolik yang satu ini memang sangat dinantikan oleh mereka,Betapa tidak kegiatan ini biasanya dapat membangkitkan semangat anak untuk berperilaku lebih baik dari sebelumnya.
Demikian juga hal tersebut berlaku bagi lembaga pendidikan SMP Negeri 3 Nangaroro yang melakukan kegiatan ret- ret tepatnya pada tanggal 21 – 23 Maret 2023 berlokasi di Susteran Santo Fransiskus Detusoko – Ende,Kegiatan tersebut dihadiri oleh siswa kelas sembilan yang berjumlah 52 siswa serta guru dan pegawai berjumlah 17 orang. Dalam kesempatan tersebut hadir sebagai pemateri ret- ret adalah Pater Nikomedes Mere, SVD,Sajian materi yang sangat benar- benar sangat menyentuh membuat para siswa dan guru yang berkesempatan hadir begitu kagum.
Dalam penyajian materi, Pater Medes demikian disapa mengatakan bahwa ret – ret merupakan sebuah kesempatan untuk mencari keheningan, kesunyian, melepas sejenak segala kesibukkan dari hiruk pikuk duniawi dan merupakan sebuah kesempatan untuk merefleksi diri.
Oleh karenanya manfaatkan kesempatan ret- ret ini dengan sebaik mungkin agar lebih berkualitas. Selain itu Pater juga dalam kesempatan yang sama memberikan materi yang amat sangat luar biasa, penyajian lagu – lagu bahasa indonesia dan inggris rohani yang menyentuh, sharing kitab suci dan malam renungan. Berkaitan dengan paparan materi kitab suci, Pater Medes banyak menegaskan hal- hal yang berkaitan dengan sikap hidup setiap hari.
“Anak- anak hendaknya kita saling berbagi kebaikan terhadap sesama,Bukan harta yang membuat hidup kita baik atau nyaman,Tetapi yang membuat kita bertumbuh dan berkembang baik adalah kebersamaan,Jika kita tidak saling berbagi kebaikan maka hidup kita akan kerdil dan tidak berguna.” ujarnya

“Hidup kita setiap hari banyak dinilai orang, ada yang mencibir, memuji, mengejek,mengkritik dan banyak sekali penilaian lain,namun terlepas dari semua itu,hidup kita tetap berharga di mata Tuhan,kita semua makhluk agung yang Tuhan sayangi,Karena itu sayangi diri kalian dan jangan pernah dirusak dengan hal yang tidak berguna atau dijadikan sebagai bahan eksploitasi.” Lanjutnya
Pater Medes juga menambahkna pentingnya berperilaku atau bertutur kata yang baik karena akan menunjukkan identitas dari mana kita berasal,Berperilaku yang baik kepada orang tua serta sayangi orang tua,Karena orang yang mengingkari tanah kelahiran adalah orang yang tidak suci atau tidak mendapat berkat,Karenanya wujud nyatakan segala kebaikan dalam sikap dan perilaku yang benar – benar mencerminkan dari mana kita berasal tadi dan jangan pernah menodai tanah asal.
Sementara itu, Kepala SMPN 3 Nangaroro, Silverius Ma keo yang mendapat kesempatan untuk menyampaikan sambutannya menegaskan bahawa kegiatan ret- ret ini meruapakan kegiatan berkelanjutan dan merupakan program tahunan sekolah,Harapannya agar para siswa benar- benar mendapat siraman rohani yang menyejukkan, yang dapat membawa angin segar dalam kehidupan siswa,mereka mendapat pencerahan dan yang lebih diharapkan adalah bahwa karakter mereka dapat terbentuk dengan baik.
Kegiatan ret- ret kali ini begitu berbeda dengan sebelumnya karena selain kegiatan indoor,Pater Medes juga mengajak para siswa dan guru untuk berziarah ke Gua Lourdes Detosoko,tempat wisata danau Kelimutu dan Serambi Soekarno di Biara Santo Yosef Ende,Di tempat inilah kami disambut hangat oleh Bruder Simplisius Hanafi dan Kesempatan emas ini benar- benar dimanfaatkan para siswa untuk bertanya sejarah Serambi Soekarno,Sungguh pengalaman yang luar biasa, para siswa dapat belajar banyak tentang sejarah secara langsung dari sumber.
Seluruh rangkaian kegaiatan inipun ditutup dengan misa yang dipimpin langsung oleh Pater Medes yang diadakan disekolah pada hari Senin tanggal 27 Maret bersama siswa- siswi kelas tujuh dan delapan.
Pewarta : Yuli Gagari
Editor : Budhi








