
Teropongindonesianews.com
Guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Maumere melakukan pembelajaran yang bermanfaat. Hal ini dikarenakan, selain memberikan materi sesuai dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar juga memberikan pengetahuan baru terhadap anak didik yang dididik.
Salah hal yang menjadi pengetahuan baru dibagi adalah mencari sumber belajar di google Scholer. Hal ini dilakukan dengan tujuan memperkenalkan sumber belajar digital untuk nanti menjadi bekal ke perguruan tinggi.
Marlin Lering, salah satu Guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Maumere, mengatakan jika ia memperkenalkan google Scholer ke anak didik kelas X1 berkenaan dengan materi menulis proposal dan karya ilmiah.

“Di kelas X1 ada materi menulis proposal dan karya ilmiah, jadi demi memperluas wawasan juga menambah referensi pustaka maka saya selaku guru Bahasa Indonesia membagi pengetahuan agar anak didik mencari sumber yang tersedia di Google Scholer, yang saya sampikan adalah cara mencari dan mengutip teori yang tersedia di jurnal-jurnal ilmiah” ujar Marlin yang telah 12 tahun mengabdi di sekolah tersebut.
Zamria siswa kelas X1 Mipa 2 mengatakan bahwa dengan mencari sumber pustaka di google Scholer ia bisa tahu banyak hal, membaca banyak hasil penelitian yang menjadi sumber referensi baginya.
Di tempat terpisah Richard key siswa kelas X1 Mipa 3 berujar akan kesenangannya karena bisa mendapatkan informasi baru baginya perihal bagimana mencari dan mengutip di google Scholer.
Google Scholer merupakan salah satu pilihan utama bagi orang-orang yang membutuhkan referensi maupun literatur dalam pembuatan karya tulis ilmiah.Scholar Google merupakan satu dari sejumlah produk yang dikeluarkan oleh Google.
Layanan ini secara resmi diluncurkan pada tahun 2004 lalu. Untuk di Indonesia google Scholer lebih dikenal sebagai google cendekia.
Pewarta: Marlin Lering. Editor: Santoso.






