
Teropongindonesianews.com
Dahulu, Saat Abuya Sayyid Muhammad bin Alawy alMaliki berkunjung ke Indonesia, jadwal Beliau amatlah sangat padat, Baik menghadiri majlis2 ta’lim maupun mengunjungi murid2 Beliau diseluruh penjuru Nusantara.
Kebetulan hari itu Abuya sedang free, tidak terjadwal dimanapun. Mumpung sedang longgar, Maka Abuya memerintahkan kepada Kyai Ihya’ untuk booking hotel paling bagus dan mahal di jakarta, agar Abuya bisa beristirahat dgn tenang dan berdua saja dg Santri kinasihnya tersebut.
Bahagia sekali perasaan Kyai Ihya’ saat tiba dihotel yg dituju. Fasilitas hotel berbintang yg luas dan mewah membikin Beliau bergumam dalam hati, alhamdulillah… akhirnya keturutan juga istirahat di hotel mahal setelah berhari – hari berkhidmah nderek dauroh ta’lim Abuya kesana – kemari.
Saat jelang istirahat malam. Tetiba Abuya Sayyid Muhammad mengutus Kyai Ihya’ untuk membeli tikar di luar hotel. Kyai Ihya’ sempat binggung. lha iya… dihotel ini fasilitasnya sudah serba lengkap kok disuruh beli tikar, lantas tikarnya nanti mau dibuat apa?
Rasa ta’dhim dan pasrahnya pada Abuya, rasanya tak mungkin bagi Kyai ihya’ bertanya, apalagi protes atas kehendak sang Guru. Maka segeralah Beliau keluar hotel dan mencari barang yg dimaksud.
Setelah berhasil mendapatkan selembar tikar, Kyai Ihya’ lantas menghaturkan pada sang Guru. Abuya Sayyid Muhammad lalu Dawuh sambil menepuk bahu Beliau. Ihya’…kamu masih tergolong manusia biasa, bila dihatimu masih merasa ada beda saat memegang uang dan memegang remahan kertas koran.
Maka…meskipun sudah tersedia springbed dan sofa yg empuk, malam ini cukup bagi kita untuk istirahat diatas tikar ini. Ingat…Wahai Anakku…Saat kamu tertidur, kamu tak akan lagi bisa merasakan beda antara tidur di kasur yg empuk dan tikar yg sederhana ini.
Akhirnya Dua manusia mulia laksana Ayah dan putranya inipun beristirahat dgn nyaman meski hanya beralaskan tikar yg di gelar di ubin hotel berbintang lima tersebut.
Subhanallah… Sungguh sebuah akhlak dan teladan yg sulit untuk kita temukan dizaman yg penuh dgn kepalsuan ini. Abuya Sayyid Muhammad adalah sosok Murobby sejati. Beliau memberi arahan sekaligus menjadikan sosok Beliau sendiri sebagai role model untuk diteladani oleh para murid dan pecintanya.
Semoga kita mendapat cipratan berkah Abuya Sayyid Muhammad bin Alawy al Maliki meski hanya sekedar menjadi MuhibbinNya.
( dikisahkan oleh Abi Ihya’ sendiri dg sedikit tambahan narasi dari kami )
jelang Haul Abuya ke 19
Madad ya Abuya Sayyid Muhammad Bin Alawi al Maliki. SYAYUDIE








