
Teropongindonesianews.com
SITUBONDO – Nahdatul Ulama (NU) adalah salah satu Organisasi keagamaan terbesar di NKRI dan mempunyai keanggotaan kurang lebih 95 juta orang (tahun 2021).
Ormas Keagamaan Islam yang di dirikan oleh KH.Hasyim Asy’ari pada 31 Januari 1926 yang bertepatan dengan 16 Rajab 1344 H, di Kabupaten Jombang Jawa Timur, yang beberapa waktu lalu melaksanakan Miladnya yang ke 100 Tahun.
NU sebagai Ormas Islam terbesar yang terlahir di jawa timur, tentunya Kabupaten Situbondo menjadi kawasan Strategis dan cukup berpengaruh dalam pengembangan dakwah Ahlusunnah waljamaah, kehidupan politik, ekonomi, budaya dan sosial kemasyarakatan.
Adanya Pondok Pondok Pesantren besar di kabupaten Situbondo seperti Ponpes Salafiyah Safiiyah Sukorejo, Ponpes Wali Songo, Panji Situbondo yang sangat berpengaruh dalam menciptakan kultur masyarakat yang Religius Dinamis, yang berdampak dalam tatanan kehidupan, sosial, politik maupun Pemerintahan, khususnya di Kabupaten Situbondo.
Ketua PCNU Kabupaten Situbondo, KH.Muhyidin Khatib dalam penyampaiannya pada acara Halal Bihalal yang di selenggarakan di Gedung Auditorium PCNU Situbondo pada sabtu 6 Mei 2023, yang menyampaikan bahwa dalam kehidupan Politik, bahwa NU Open terhadap partai partai politik, apalagi di situ ada kader kader NU, yang penting memiliki prinsip , memiliki ideologi yang sama warga indonesia dalam bingkai Ahlulsunnah waljamaah, yang kedua bagi partai partai yang ingin merekrut kader kader NU di persilahkan berhubungan langsung kepada personal tanpa melibatkan lembaga Nahdatul Ulama, papar KH.Muhyidin Khotib.
Dalam acara Halal Bihalal tersebut, Partai Amanat Nasional (PAN) Situbondo yang Ketua DPD nya adalah Kader NU tulen, di undang khusus bersama beberapa partai politik lain di kabupaten situbondo, untuk mengikuti acara tersebut.
Ketua DPD PAN Situbondo, Ghozi Zainudiin yang juga kader NU, menyambut dengan sangat baik perihal Undangan tersebut, dan langsung mengutus beberapa pengurus dan kader kader terbaiknya untuk mengikuti dan memenuhi undangan tersebut, mengingat dalam waktu yang bersamaan, Ghozi Zainuddin berada di luar kota.

Lebih lanjut Ghozi Zainuddin kepada awak media Teropong Indonesia News (TIN) mengatakan bahwa dirinya adalah warga NU yang tidak Alergi terhadap Partai PAN, karena PAN adalah partai Nasionalis Religius yang juga se nafas dengan Ahlusunnah waljamaah dan yang paling penting bagi saya adalah menyiapkan wadah kendaraan politik bagi seluruh masyarakat situbondo khusus nya bagi kader kader terbaik NU yang berpotensi , baik dari IPNU, Fatayat, Ansor, dll, untuk bisa mengembangkan potensi diri dan menuntut ilmu dalam Partai Amanat Nasional (PAN) yang menurut saya ,PAN banyak di huni kaum intelektul yang menjunjung nilai etika dan estetika dalam berpolitik sesuai dengan Platform partai dalam berbangsa dan bernegara, pungkas Ghozi Zainuddin. 7/5/2023.(AgusTIN)







