
Teropongindonesianews.com
PAMEKASAN – Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (Bassra) Menggelar silaturahmi dan halalbihalal bertema “Berkhidmat Bersama dari Madura untuk Indonesia” di Gedung Utama P4TM di Jalan Raya Blumbungan, Kecamatan Larangan,Kabupaten Pamekasan, Madura ,Jawa Timur Sabtu (27/5/2023)
Seperti diketahui Bassra adalah perkumpulan ulama pertama di Madura yang lahir pada era tahun 90an oleh para ulama pesantren karimatik di zamannya. Dengan memiliki misi ‘Membangun Madura bukan Membangun di Madura”. Berikut kepengurusan inti Bassra. Koordinator BASSRA.

Pamekasan :
• KH. Muhammad Rofii Baidhowi (Koordinator pusat)
• KH. Mudatssir Badruddin
Bangkalan:
• KH. Syafi’ Rofii (Sekjend)
• KH. Makki Nasir
• KH. Imam Bukhori
Sumenep:
• KH. Ahmad Fauzi Tidjani
• KH. M Sholahuddin Abd Waris
Sampang:
• KH. Mahrus Malik
• KH. Syafi’ Wahid
Ikut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur jawa Timur Emil elestiano Dardak, Menko polhukam Prof. Mahfud MD, BPK RI Prof Achsanol Qosasi, Pangdam V Brawijaya,Kapolres Pamekasan AKBP Satria Permana, Kodim O826 Letkol Inf Ubaidillah serta Badrut Tamam Bupati pamekasan, Ahmad Fauzi Bupati Sumenep,dan para Tokoh masyarakat serta kades yang ikut andil dalam acara tersebut.
Pembukaan acara itu langsung di buka oleh Koordinator Pusat Bassra KH.Mohammad Rofii Baidhowi yang penuh dengan rasa optimis demi kemaslahatan dan kemajuan para petani tembakau madura.

Kemudian Direktur Utama Bawang Mas Group selaku Ketua Panitia Silaturahmi dan Halalbihalal Bassra Khairul Umam (H.Her) Menerangkan bahwa kecintaan ulama terhadap masyarakat sngat luar biasa, dalam hal ini sejatinya mendorong kesejahteraan Masyarakat, para petani tembakau pada khususnya,
“Historis dibentuknya Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Se-Madura (P4TM) atas dorongan para Alim Ulama’ dan secara otomatis dari Pihak Badan Silaturrahim Ulama’ Pesantren Madura (Bassra).Kata Direktur Utama Khoirul Umam.
Sekjen Bassra KH. Syafik Rofii dalam sambutannya, berharap kedepan agar masyarakat Madura untuk tidak berpecah belah menghadapi momentum politik 2024, dan tetap menjaga sebuah kondusifitas pelaksanaan Pemilu 2024 dan saling menghormati perbedaan pandangan dan dukungan tersebut,”ungkapnya.
Terkait Rancangan Undang-Undang Kesehatan, bahwa rokok ini disetarakan narkoba, sedangkan di sisi lain sekitar 2 juta masyarakat Madura menggantungkan hidupnya kepada tembakau, juga mempengaruhi roda perekonomian pada khususnya. Maka dari itu Kami berharap RUU ini bisa dibatalkan atau ditinjau ulang lagi,

Di akhir sambutannya, Sekjen Bassra mengucapkan banyak terima kasih kepada P4TM serta semua pihak yang sudah mensukseskan acara ini, Mudah-Mudahan dicatat amal baik oleh Allah SWT dan rahmat Taufik Hidayahnya di limpahkan kepada kita semua.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang hadir pada kesempatan tersebut memastikan pemerintah Provinsi Jawa Timur juga akan mendorong kesejahteraan bagi petani tembakau, pihaknya dan Komisi B DPRD Jatim sudah menggodok raperda perlindungan tembakau tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan hasil tembakau tersebut.
“Kami akan perjuangkan hak – hak petani, karena tembakau adalah industri terbesar kedua setelah makanan dan minuman di Jawa Timur, maka dengan itulah kami membuat raperda karena tembakau jadi gantungan masyarakat di Jatim termasuk Madura,” tandasnya.
Achsanol Qosasi yang hadir di kesempan itu mengatakan sejatinya dirinya meyakini ada sebuah industri yang bergeliat di Madura, dan bisa jadi, ini industri yang dijalankan oleh P4TM, dan semoga terus menjalankan bisnisnya sesuai dengan harapan petani Tembakau diMadura, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,”tuturnya.
Di kesempatan yang sama Menko Polhukam Prof. Mahfud MD menceritakan bahwa orang-orang Madura sudah lama berkiprah dan berjuang untuk Indonesia. Di antaranya ada Halim Perdana Kusuma, M. Tabrani dan Syaikhona Kholil Bangkalan.
Saat ini kata Mahfud, perjuangan bangsa tidak lagi melawan penjajah, tapi membangun moralitas bangsa dan tetap mempunyai mental dan krakter yang baik demi menyongsong Indonesia untuk lebih baik lagi.
“Mudah – mudahan dengan adanya Bassra ini akan memberikan banyak mamfaat kepada masyarakat madura, dan menjadi penunjang pembangunan di madura, serta tetap menjaga kearifan lokal pada khusnya.
Pewarta: Mhdr. Editor: Santoso.






