
Teropongindonesianews.com
Situbondo – Desa Kertosari lagi lagi tercoreng dengan ulah warganya yang berkedok Pokmas pengadaan sumur bor sarana prasarana air bersih untuk masyarakat.

Pemandangan yang sangat memilukan terlihat dan nampak sebuah sumur bor lengkap dengan tandon air, yang mangkrak dan terkesan terbengkalai, di dusun Lumbung Desa Kertosari kecamatan Asembagus kabupaten Situbondo.

Fenomena ini mengisyaratkan bahwa Uang Negara yang bersumber dari uang rakyat, menjadi ajang Bancakan dan komoditas politik, sehingga menghasilkan pengerjaan yang tadinya untuk kepentingan pengadaan air bersih untuk masyarakat, ternyata malah tidak berfungsi, karena di duga pengerjaannya hanya asal asalan dan lemahnya fungsi kontrol pejabat pejabat terkait.
Fakta dan kenyataan ini yang membuat masyarakat mengadu terhadap Aliansi Media Peduli Situbondo (AMPS) beberapa waktu lalu.
Untuk menyikapi temuan dari aduan masyarakat inilah yang membuat AMPS membentuk Tim Khusus Aliansi dalam menyikapi Mangkraknya pengadaan sumur bor sarana air bersih yang menelan anggaran Ratusan juta rupiah Uang Negara yang bersumber dari Rakyat.
Tim Aliansi yang di wakili Nofika Rahman / OPEK, melakukan Investigasi di lapangan, tepatnya di dusun Lumbung Desa Kertosari, sangat geram melihat kenyataan bahwa sumur bor yang lengkap dengan tandonnya, tidak berfungsi dan tidak bisa di manfaatkan untuk masyarakat. OPek mengatakan kepada awak media bahwa pihaknya sudah mengantongi data data Pokmas pelaksana proyek kegiatan pengadaan sumur bor tersebut dan akan terus mendalami kasus Mangkraknya sumur bor tersebut.
Dalam kesempatan itu pula OPEK menyampaikan hasil temuannya Bahwa nama kelompok Masyarakat yang menjadi pelaksana kegiatan proyek pengadaan sumur bor sarana air bersih tersebut adalah ” Pokmas Hippa Tani Makmur Jaya ” Desa kertosari yang di Ketua inisial Haji (A), Jelas Opek kepada Awak media Teropong Indonesia (TIN) yang ikut serta dalam investigasi tersebut pada Senin,18/7/2022.
Lebih lanjut Opek mengatakan bahwa proyek pengadaan sumur bor di desa Kertosari bisa menjadi Pilot Projects Gagal Konstruk yang mengnyisakan banyak masalah saat ini.
Dengan geramnya juga Opek mengatakan, bahwa sampai kapan berhenti mempermainkan Uang negara yang berkedok kepentingan masyarakat, padahal sangat merugikan Masyarakat apabila terjadi Gagal Kontruk,
Dan Opek juga menghimbau kepada masyarakat agar jangan mau di Bodohi dengan janji janji Muluk , dan masyarakat harus selalu proaktif serta Berhak Menjadi Fungsi Kontrol, agar tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan seperti yang terjadi di dusun Lumbung.
Opek juga menghimbau kepada masyarakat lebih proaktif mengawal dan mengontrol setiap proyek pekerjaan pengadaan sumur bor untuk pertanian di dusun Belikeran yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat petani, agar tidak terjadi Kegagalan Kontruk yang dapat merugikan masyarakat petani.. pungkas Opek.
Bersambung… (BiroTIN Situbondo)







