
Teropongindonesianews.com
Sumenep, EAST JAVA – Pengerjaan jalan di Desa Saronggi yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) diduga dikerjakan secara asal-asalan. Kondisi jalan yang baru saja dikerjakan kini sudah pecah-pecah, sehingga menimbulkan kecurigaan terkait kualitas bahan maupun proses pelaksanaannya.

Warga mengemukakan bahwa dana 💬0ppp bersumber dari pajak rakyat yang seharusnya digunakan secara efektif untuk mendukung pembangunan desa sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan, demi kemajuan bersama masyarakat.
Upaya konfirmasi dan klarifikasi terkait kondisi jalan tersebut dilakukan melalui media pada hari ini (25/01/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon ke Kepala Desa (Kades) Saronggi dengan inisial A, hingga saat ini belum mendapatkan tanggapan apapun. Warga menduga hal tersebut kemungkinan terkait kesibukan atau keterbatasan waktu pihak desa.
Sementara itu, ketika ditanya terkait kondisi jalan yang rusak, seorang diduga sebagai pelaksana pekerjaan dengan inisial M mengaku bahwa jalan tersebut tinggal diperbaiki. Namun, ditemukan temuan bahwa prasasti pembangunan jalan tersebut tidak mencantumkan jumlah anggaran yang dikeluarkan. Selain itu, warga juga mengajukan pertanyaan terkait alasan keterlambatan pemasangan prasasti dan peran Badan Kepegawaian (BK) desa dalam proses tersebut.
Menanggapi hal ini, pihak warga akan mengirim surat resmi terkait temuan dan kekhawatiran tersebut kepada berbagai instansi terkait, antara lain Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Inspektorat Provinsi Jawa Timur, serta sektor terkait lainnya agar segera melakukan tindak lanjut. Penyelidikan juga akan dilakukan oleh Tim Liputan dan Investigasi Wilayah Sumenep. SAWIN








