
Teropongindonesianews.com
Ngada-Bajawa – Festival Wolobobo Ngada 2022 adalah sebuah momen istimewa untuk mengoptimalkan potensi Kabupaten Ngada. Kegiatan ini dilaksanakan selama 10 hari sejak tanggal 14-24 September 2022. Ada 3 tema yang diangkat falam festival ini yaitu Kopi, Bambu, dan Tenun.
Dalam jumpa pers bersama media di Taman Kartini Bajawa pada Sabtu, 17 September 2022, Bapak Bupati Ngada, Andreas Paru mengatakan, “Memang ada banyak daerah yang memiliki kopi sebagai komoditas perdagangan dan menjadi kekhasan daerah itu. Namun yang membuat kopi Ngada tetap unik di antara sekian banyak jenis kopi adalah cita rasa kopi. Banyak hal yang memengaruhi cita rasa kopi, bahkan kopi yang ditanam di Wolobobo memiliki cita rasa yang berbeda dengan kopi yang ditanam di Wawomudha atau di Likowali.”

Lebih lanjut beliau menambahkan, “Setelah kopi, kita punya Tenun. Memang di wilayah lain seperti di Sumba juga ada tenun. Namun, yang membuat tenun kita unik dan khas serta membuatnya berbeda dengan tenun dari wilayah lain adalah motifnya yang khas, tenun kita masih menggunakan pewarna alami. Pewarna biru misalnya diperoleh dari sebuah tanaman yang bernama Taru, dan hasil tenun yang menggunakan pewarna alami ini sedikit lebih mahal.”
Beliau juga mengatakan, “Selain kopi dan tenun, bambu juga menjadi salah satu keunikan kita dan menjadi bagian dalam festival ini. Kita mempunyai 60 lebih jenis bambu dari yang paling besar sampai yang paling kecil, bahkan ada bambu yang berwarna hitam.”
Beberapa media yang sempat hadir seperti Metro TV, TVRI dan Ekora NTT dalam jumpa pers pagi itu juga bertanya tentang anggaran festival, hak paten dari produk lokal Ngada, dan hubungan kegiatan ini dengan visi misi yang diusung Bupati dan Wakil Bupati.
Bapak Andreas Paru berkata, “Pertama, Anggaran kita dalam festival ini sudah dipersiapkan sejak lama dan berasal dari Dinas Pariwisata. Kedua, hak paten dari produk lokal kita seperti kopi ini sedang diusahakan karena hal ini sangat penting. Dan ketiga, visi misi kami adalah pertanian dan periwisata yang termuat dalam Tante Nela Paris, tentu saja sangat berhubungan erat dengan kegiatan festival ini karena dengan adanya kegiatan festival ini dapat meningkatkan kedatangan wisatawan.”
Yano Bay-Kabiro Ngada





