
Teropongindonesianews.com
Pringsewu – Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mitra Tani pekon Sidodadi ,kecamatan Pagelaran,kabupaten Pringsewu, Lampung Pranjono (PJ) membantah dengan tegas bahwa dirinya sejak menjadi ketua Gapoktan Mitra Tani tidak pernah menerima bantuan sapi bergulir dari tahun 2006 (waktu itu masih pemerintah kabupaten (Pemkab) Tanggamus red )) sebanyak 24 ekor dari Gapoktan Sumber Maju,pekon Patoman ,kecamatan Pagelaran ,kabupaten Pringsewu Sugeng Pramono (SP)
“Saya tidak pernah menerima bantuan sapi bergulir dari Gapotan Sumber Maju ,pekon patoman SP seperti yang diberitakan Media ini,itu fitnah ,apa maksud dia bawa bawa nama saya dan Gapoktan Mitra Tani ,silahkan pertangungjawaban sendiri jangan bawa orang lain yang tidak pernah tahu menahu .hanya untuk alasan dan berkelit dari pertanyaan wartawan ” tegas PJ saat ditemui di kediamannya Kamis (15/03/2023).
Dikatakan PJ pasca Diberitakan juga dirinya didatangi kepala pekon Hariyanto (HR) dan langsung menelpon SS dan menanyakan apa maksud melibatkan Gapotan Mitra Tani kepada SS
“Saya emosi karena didatangi kapekon HR dan langsung saya telpon SS dan saya tanyakan apa maksudnya pak SS melibatkan saya dalam bantuan sapi ,saya kan tidak pernah menerima bantuan tersebut dia menjawab hanya untuk alasan saja ,ini kan ga beres” kelit SP ketua Gapoktan Sumber Maju pada PJ .
Selanjutnya PJ sebagai ketua Gapoktan Mitra Tani pekon Sidodadi juga menyampaikan ke SP sebagai ketua Gapoktan Sumber Maju agar pekon Patoman agar dalam memberikan keterangan kepada media jangan asal ngomong contohnya dirinya sendiri yang jadi korbannya akibat ulah SP
” Ini jelas ga bener,masa orang yang tidak pernah tahu disebutkan sebagai orang yang menerima bantuan sapi bergulir,kalau terima sapi bergulir kan ada berita acaranya bergulirnya “terang PJ dengan nada emosional karena dituding oleh SP sebagai pihak yang menerima sapi dari Gapoktan Sumber Maju pekon Patoman .
Semetara yang memberikan informasi awal kepada media ini TU warga pekon Patoman ,kecamatan Pagelaran ,kabupaten Pringsewu ,mengatakan saat didatangi ke kediamannya Rabu(15/03/2023) mengatakan bahwa sapi sudah jelas dijual oleh SP Cs ketua Gapoktan Sumber Maju pekon Patoman
“Kan sudah saya jelaskan dari awal sapi bantuan itu sudah habis di jual SP cs ketua Gapoktan Sumber Maju jadi kurang bagaimana lagi keterangan yang saya berikan ke media ini “katanya .
Diberitakan sebelumnya ,Bantuan sapi tahun 2006 dari Pemerintah Tanggamus dan dana Bantuan Langsung Mayarakat (BLM) Program Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) tahun 2012 di pekon Patoman,kecamatan Pagelaran ,kabupaten Pringsewu melalui Dinas Pertanian pemerintah Kabupaten (pemkab) pringsewu , Lampung diduga ma’ jelas
Hal tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat setempat berinisial TU saat di konfirmasi di rumahnya menerangkan bahwa bantuan sapi tersebut sudah habis terjual dan sudah tidak ada lagi di pekon Patoman
” Bantuan itu kan sudah lama kalau tidak salah dari tahun 2006 jaman masih kabupaten Tanggamus sebanyak 24 ekor ,sekarang ini sudah tidak jelas lagi dimana rimbanya karena sudah di jual mungkin atas persetujuan ketua Gapoktan Sumber Maju ” ungkap sumber tersebut Minggu (12/03/2023).
Kalau bantuan sapi ,yang jelas sapinya sudah terjual semua saya tahu percis kalaupun ketua Gapoktan Sumber Makmur nanti bicara ada atau bergulir itu omong kosong saja ,karena memang sudah tidak ada .
“Sudah sudahlah sapi itu sudah jelas tidak ada ,yang ada mantan pengurusnya saja seperti Teguh Wahyudi dan Naryo'” lagi lagi ungkap TU pada media ini.
Sementara ketua Gapoktan Sumber Maju Sugeng Priono (SP)saat di konfirmasi terkait ma ‘jelasnya bantuan sapi dan dana BLM PUAP memberikan keterangan yang jauh berbeda dimana sapi bantuan 2006 itu kata SP masih bergulir dan sekarang ada di pekon Sidodadi ,kecamatan Pagelaran,kabupaten Pringsewu ,Lampung
” Kalau sapi sebanyak 24 ekor itu sekarang ada di pekon Sidodadi ,sudah diserahkan ke pekton sana karena itu kan bergulir” terang SP Minggu(12/03/2023) saat memberikan keterangan di rumahnya .
Namun saat ditanya kapan diserahkan ke pekon sidodadi dan siapa yang terima sapi bantuan,serta bisa dipertanggung jawabkan apa tidak pemberian sapi ke Poktan Sidodadi ,SP mengaku lupa
“Saya lupa siapa yang terima dan kapan diserahkan ke poktan di pekon Sidodadi tersebut ” kelitnya
Begitu juga yang bersangkutan SP saat ditanya terkait dana BLM PUAP yang diterimanya sebesar Rp 100 juta dirinya mengaku menerima dana tersebut ,tapi sudah dibagikannya ke 5 Poktan yang ada di Patoman berupa Saprodi
” Itu juga saya sudah serahkan ke masing masing poktan sebanyak 5 Poktan yang ada di Patoman ” jawab SP
Lagi lagi berkelit saat ditanya apakah poktan poktan sudah mengembalikan dana yang dimaksud SP hanya terdiam dan akhirnya mengatakan kalau dana di bendahara ada sebesar Rp 5 juta dan buat sumur bor 10 juta.
“Dana cuman Rp 5 juta di bendahara dan saya buat sumur bor 10 juta ” kata SP Tampa menjelaskan yang sebenarnya dengan alasan lupa.
Pewarta: Sadek. Editor: Santoso.







