
Teropongindonesianews.com
Bondowoso – Bencana alam kembali terjadi di Bumi Sholawat Burdah (Bondowoso), Sore tadi Bencana Longsor terjadi di Jembatan Kironggo Bondowoso – Jawa Timur, Jum’at 24 maret 2023 timbulkan Pro dan Kontra di Masyarakat, terutama para Aktivis yang selalu menyimak setiap kejadian yang menimpa di Kabupaten Bondowoso, baik aktivis yang berkecimpung di Dunia Politik dan atau juga di lingkungan Pemkab Bondowoso.

Seperti yang di utarakan Hartono, Salah satu pengurus IWO ( Ikatan Wartawan Online – Red ) wilayah Tapal Kuda mengatakan, bahwa kejadian ini bisa di katakan sudah terbiasa terjadi di Kabupaten Bondowoso dan tidak heran kalau memang itu kembali longsor, hal ini menurutnya dalam hal perencanaan selalu tidak mempersiapkan efek ke depan baik secara langsung ataupun tidak langsung, ada satu trik tersendiri dalam ilmu konstruksi kalau memang itu tidak akan longsor, Kecuali kalau terjadi bencana alam yang sangat besar dan tidak terbendung, maka hal itu tidak akan bisa di prediksi lagi, sementara pada hari jumat ini hanya hujan deras, akan tetapi justru tanah tersebut longsor, ” Khan berarti persiapannya sangat kurang “, ujarnya.
Di jelaskannya lagi bahwa untuk Bondowoso memang sangat terasa sekali dalam masalah perencanaannya, seperti masalah pasar Pujer, Rumah Sakit Pancoran, Pasar Hewan Locare dan Juga jembatan Kironggo saat ini, ” perencanaan mereka sangat bodoh, hanya menghabiskan dana Rakyat saja, sementara hasilnya tidak ada gunanya”, tuturnya.
Di ceritakan juga bahwa saat pembangunan beberapa proyek yang sampai saat ini justru tidak di pakai di anggap hilang oleh semua pihak, bahkan sepertinya sudah mengarahkan pada yang lainnya sehingga bangunan proyek yang tidak di pakai tersebut hanya berdiri tidak ubahnya seperti Komplek Pemakaman, Dana Miliaran Terbuang Sirna, lalu siapa yang bertanggung jawab ?. SAYYUDI







