
Oleh : KASILDA REDEMTA VIRANTI.
Teropongindonesianews.com – Zaman modern yang semakin berkembang pesat ini ada berbagai masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Masalah tersebut lebih mengarah pada remaja sekarang, yang mana terjerat dalam pergaulan bebas. Kalangan remaja kerap menggunakan smarthpone untuk mencari pasangan dan di antara mereka cenderung mudah terlibat dalam pergaulan bebas.
Pergaulan bebas merupakan suatu pergaulan yang telah melanggar norma-norma yang ada dalam masyarakat beberapa macam pergaulan bebas seperti penggunaan narkoba, balap liar, seks bebas, merokok bahkan sampai ada yang hamil diluar nikah.
Pergaulan bebas ini biasanya dilakukan remaja dalam menunjukan siapa dirinya. Pergaulan bebas bisa jadi dilakukan karena ke kecewaaan yang dirasakan seseorang.
Pengertian pergaulan bebas pergaulan bebas merupakan suatu perilaku yang menyimpang baik secara norma sosial maupun secara agama. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pergaulan bebas adalah jalinan pertemanan dalam kehidupan masyarakat yang sifatnya lepas atau tidak terikat.
Menurut (B. Simanjuntak) pergaulan bebas adalah sebuah proses interaksi antara seorang dengan orang lain tanpa mengikatkan diri pada aturan-aturan baik undang-undang maupun hukum agama serta adat kebiasaan.
PENYEBAB TERJADI PERGAULAN BEBAS PADA REMAJA
● kurangnya mendapat ilmu keagamaan
minimnya Pendidikan Dari Lingkungan Keluarga. Keluarga adalah sebuah linkungan yang terdekkat pada seseorang. Lingkungan sangat memengaruhi terutama remaja. Minimnya pendidikan dari keluarga akan membuat remaja mudah terjerumus pada hal-hal yang tidak diinginkan.
● Kurangnya perhatian dan pengawasan dari orang tua Sehingga anak mencari perhatian diluar rumahrumah. Ataupun mengekang sehingga anak tertekan akibatnya dia terjerumus hal yang tidak diinginkan, kurangnya kesadaran bahkan karena terpengaruh dari teman yang nakal, gaya hidup.
● Broken Home
Broken home tidak selalu berkaitan dgn perceraian orang tua, situasi dalam rumah mempengaruhi juga dari situ seseorang merasa tidak nyaman dan mencari kenyamanan dengan dengan melakukan pergaulan bebas
DAMPAK PERGAULAN BEBAS TERHADAP KEHIDUPAN REMAJA
1. Gangguan kesehatan
Aktivitas dalam pergaulan bebas seperti mengonsumsi obat-obatan, merokok, minum minuman keras, dan lainnya. Semua itu dapat menyebabkan masalah kesehatan. Gangguan kesehatan yang bisa terjadi pada remaja yang kecanduan mengonsumsi narkoba dan minuman keras, seperti : Enggan melakukan sesuatu
2. Seks bebas
Melakukan seks bebas tentunya akan mendatangkan banyak dampak buruk seperti, tertular penyakit kelamin, HIV/AIDS, kehamilan yang tidak rencanakan, dan kanker serviks, konsentrasi belajar menurun
4. pendidikan yang terhambat Padahal sudah kewajiban anak usia sekolah untuk belajar dan menuntut ilmu. Apabila anak terjerumus pergaulan bebas akan berpengaruh pada pendidikan dan prestasi belajarnya.
Dari segi agaman jiika remaja melakukan pergaulan bebas akan mendapat dosa yang berat
●.Pendapat
Pergaulan bebas adalah suatu perbuatan yang menyimpang yang sudah melanggar norma norma yang ada dalam masyarakat. Pemerintah harus lebih mempertegaskan dalam hal ini seperti melakukan penyuluhan ke setiap sekolah sekolah. Serta dianjurkan Melakukan kegiatan yang berbaur positif agar menghindari pergaulan yang tidak diinginkan maka hal penting dilakukan adalah usahakan diri dengan hal-hal yang berbaur positif.
Misalnya beraktivitas dalam organisasi yang baik dan melakukan hal-hal yang baik. Tentu dengan melakukan hal tersebut dapat membuat pribadi kita terhindar dari hal yang tidak diinginkan, seperti pergaulan bebas.
Mendekatkan diri dengan Tuhan
Mendekatkan diri dengan tuhan akan membuat kita terhindar dari perbuatan-perbuatan buruk yang tidak diinginkan.
● Saran
Bagi Saya peran orang tua sangat penting dalam pertumbuhan anak dimasa remaja. Supaya anak tidak melakukan pergaulan bebas, orangtua juga wajib memantau penggunaan technology sih anak yang notabene remaja dan lebih memperhatikan anak Sehingga tidak melakukan tindakan pergaulan bebas yang akan berdampak pada kesehatan pula serta orang tua untuk lebih banyak melakukan komunikasi dan diskusi dengan anak-anak.
Selektif dalam memilih teman. Karena lingkungan pertemanan akan membawa pengaruh dalam membentuk karakter seseorang.
REDAKSI








